HUT Kemerdekaan 2018

HUT Kemerdekaan 2018, Begini Proses Membuat Duplikat Bendera Pusaka, Diwarnai Hujan Tangis

Ide pertama adalah dari bapak Presiden Soeharto yang melalui Departemen Perindustrian menginstruksikan kepada Institut Tekhologi Tekstil

HUT Kemerdekaan 2018, Begini Proses Membuat Duplikat Bendera Pusaka, Diwarnai Hujan Tangis
tribun jabar
Seorang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jawa Barat mencium bendera merah putih pada upacara pengukuhan di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Rabu (15/8/2018). Pada acara tersebut, Pejabat Gubernur Jawa Barat, M Iriawan mengukuhkan 36 Paskibraka Jawa Barat mewakili 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang akan bertugas mengibarkan bendera merah putih pada Upacara Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gasibu, pada 17 Agustus 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bendera pusaka asli sekarang sudah tidak dapat dikibarkan lagi karena sudah terlalu tua.

Sebagai gantinya dibuat Duplikat Bendera Pusaka.

Ternyata membuat duplikat tidak semudah yang dibayangkan orang.

M. Dip. S. pernah mengisahkan liku-liku pembuatannya dalam Intisari November 1971.

Baca: 8 Insiden Paskibraka Bikin Heboh Mana yang Paling Parah, Bendera Terbalik, Rok Melorot atau Ini

Bagaimana perjalanan panjang proses pembuatannya? Begini penjelasannya

Perlu survei

Ide pertama adalah dari bapak Presiden Soeharto yang melalui Departemen Perindustrian menginstruksikan kepada Institut Tekhologi Tekstil di Bandung untuk melaksanakannya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung SCTV Timnas U-23 Indonesia di Asian Games : Hari Ini Jumat 17 Agustus vs Laos

Itu terjadi pada bulan September 1968 dan harus dapat selesai untuk dikibarkan pada peringatan 17 Agustus tahun berikutnya.

Kalau soal benderanya memang tidak kelihatan adanya keanehan tetapi karena ketentuan yang harus dipenuhi menyebabkan kami harus bekerja dengan hati-hati.

Baca: Kumpulan Kata-kata Selamat HUT RI ke-73 untuk Ucapan di Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018

Survei segera diadakan untuk mendapatkan bahan baku yang harus Sutera Alam dari Indonesia sendiri dan mesin yang akan dipakai untuk itu, sebab pada saat itu I.T.T. belum memiliki mesin tenun khusus untuk benang-benang filamen.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved