Berita Kotabaru

Krisis Air Mulai Bayangi Kotabaru, PDAM Imbau Masyarakat Irit Penggunaan Air

Mulai mengecilnya aliran sungai salah satu sumber air baku PDAM Kotabaru selain berharap tadah hujan

Krisis Air Mulai Bayangi Kotabaru, PDAM Imbau Masyarakat Irit Penggunaan Air
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Musim kemarau telah tiba. Krisis air bersih pun kembali mulai menggelayuti masyarakat pelanggan Kabupaten Kotabaru, menyusul terus mengecilnya aliran sungai menjadi sumber air baku perusahaan daerah air minum (PDAM).

Mulai mengecilnya aliran sungai salah satu sumber air baku PDAM Kotabaru selain berharap tadah hujan, terjadi dalam seminggu ini memaksa PDAM mengoptimalkan penggunaan embung.

Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah membenarkan, sudah seminggu ini pihaknya mengoperasikan 24 jam embung. Baik embung gunung ulin untuk distribusi air pelanggan wilayah perkotaan, terlebih embung gunung tirawan untuk pelanggan di kawasan Hilir.

Baca: Kumpulan Kata-kata Selamat HUT RI ke-73 untuk Ucapan di Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018

Baca: 15 Kutipan (Quotes) Soekarno Cocok Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan (HUT ke 73 RI) 17 Agustus 2018

"Penggunaan embung memang sudah dilakukan walau kondisi air normal, cuman hanya beberapa jam. Tapi dalam seminggu ini pengoperasiannya 24 jam," kata Ipansyah kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (17/8/2018).

Ipansyah, bersyukur embung gunung tirawan bisa beroperasi dengan maksimal. Karena air baku embung tersebut mencapai batas maksimal 250 ribu meter kubik (m2).

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Istana Merdeka

Ipansyah memprediksikan kapasitas tampung embung tirawan yang maksimal dapat mengatasi musim kemarau selama dua bulan. Selain pengoperasian embung gunung ulin.

Baca: Unik! Ratusan Pedagang Pasar Terapung Lok Baintan Ikuti Upacara HUT Kemerdekaan 2018 di Sungai

"Sebelum ada embung tirawan pelanggan di wilayah Hilir biasanya dalam kondisi (kemarau) seperti ini sudah kesulitan air. Karena dulu hanya terlayani dengan embung gunung ulin. Sekarang ada embung gunung tirawan," jelas Ipansyah.

Agar pengoperasian air baku embung untuk distribusi air bersih ke pelanggan bisa bertahan lebih dua bulan selama musim kemarau, Ipansyah juga mengimbau kepada masyarakat pelanggan PDAM mulai sekarang mengirit penggunaan air.

"Kami mengimbau pelanggan mulai saat ini mengirit pemakaian air," pinta Ipansyah kepada banjarmasinpost.co.id.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) SCTV Timnas U-23 Indonesia vs Laos di Sepakbola Asian Games 2018

Terpisah, Ipansyah berharap pembangunan embung gunung perak direncanakan pada 2019 tidak mengalami kendala.

Menyusul rencana pembangunan embung gunung perak bersumber dari dana pemerintah pusat, beberapa hari lalu dilakukan pertemuan antara pemerintah kabupaten Kotabaru dengan badan wilayah sungai (BWS).

Pertemuan berlangsung di kementerian pekerjaan umum, pemerintah kabupaten Kotabaru dihadiri langsung wakil bupati, unsur pimpinan DPRD, direktur PDAM dan instansi terkait.

Selain membahas rencana pembangunan embung gunung perak, sekaligus dilakukan Memorandum of Understanding (MoU). Pascapembangunan embung dimanfaatkan seoptimal mungkin, selain membangun infrastruktur pendukung.

Seperti penambahan fasilitas pengolahan air dan pembangunan jaringan baru.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved