Berita Banjar

Pengendara Mulai Keluhkan Kabut Asap, Dinkes Banjar Imbau Kenakan Masker

Udara pekat akibat kabut asap begitu terasa di kawasan A Yani Km 17 Gambut Kabupaten Banjar, terutama pada tengah malam, Kamis (16/8/2018).

Pengendara Mulai Keluhkan Kabut Asap, Dinkes Banjar Imbau Kenakan Masker
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Kabut tebal turun di Banjarbaru sekitarnya, Senin (19/3/2018) pagi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Udara pekat akibat kabut asap begitu terasa di kawasan A Yani Km 17 Gambut Kabupaten Banjar, terutama pada tengah malam, Kamis (16/9).

Mengakibatkan jarak pandang bagi pengendara yang melintas di kawasan tersebut terbatas.

Pengguna kendaraan roda dua, Maman mengeluhkan pekatnya kabut asap tersebut. Dirinya mengendarai sepeda motor dari Banjarmasin menuju tempat tinggalnya di Banjarbaru.

Baca: Hasil Timnas U-23 Indonesia vs Laos Asian Games 2018 - Skor 2-0 Sementara Babak Kedua, Beto Lagi

Hampir setiap hari dirinya pulang kerja pada tengah malam, saat udara diselimuti kabut asap beberapa hari terakhir. Menghindari agar tidak terkena ISPA, menggunakan masker dan helm full face.

“Pulang kerja antara pukul 23.00 wita keatas, beberapa minggu terakhir ini kalau tengah malam kabut asap. Kalau tidak menggunakan masker sangat terasa pekatnya,” katanya, Jumat (17/8).

Baca: BABAK KEDUA! Live Streaming SCTV Timnas U-23 Indonesia vs Laos Asian Games 2018, Skor 2-0

Dirinya khawatir jika tidak menggunakan masker dan helm full face terkena ISPA. Terlebih penularan penyakit saluran pernapasan ini sepengetahuannya cepat, khawatir anggota keluarganya di rumah tidak tertular.

Dirinya menyayangkan setiap tahun selalu saja terjadi kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap. Seakan belum ada upaya konsisten dari pemerintah daerah untuk menanggulangi bencana tersebut.

Baca: Jadwal Live Trans7 MotoGP Inggris 2018 - Klarifikasi Valentino Rossi Soal Teknisi Baru

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah mengaku selalu memonitor kasus ISPA di Kabupaten Banjar. Apalagi saat-saat seperti sekarang ini, munculnya titik hotspot yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kabut asap.

Disebutkannya, untuk data ISPA sampai Juni 2018 di Kabupaten Banjar sebanyak 8.185 kasus. Tertinggi ada di Puskesmas Sungaitabuk 1 yakni sebanyak 1.232.

Baca: Desa Terpencil di Kalsel Ini Baru Lakukan Upacara Bendera Setelah 73 Tahun Indonesia Merdeka

Sedangkan kasus ISPA yang di screening, ditemukan pnomonia sebanyak 819 anak. Pihaknya menyediakan logistik sebanyak 6.500 pieces.

“Kami imbau bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah sebaiknya gunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Menghindari ISPA,” pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved