Berita Banjarmasin

BREAKING NEWS : Sabu Seberat 10 Gram Gagal Masuk Lapas Klas II A Banjarmasin

Dua plastik berisi barang terlarang diduga sabu seberat sekitar 10 gram gagal masuk Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Banjarmasin.

BREAKING NEWS :  Sabu Seberat 10 Gram Gagal Masuk Lapas Klas II A Banjarmasin
istimewa/humas kanwil kemenkumham
Petugas lapas saat menanyai warga binaan permasyarakatan yang diduga terlibat soal sabu 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Dua plastik berisi barang terlarang diduga sabu seberat sekitar 10 gram gagal masuk Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Banjarmasin, Jumat (17/8/2018) sore.

Hal ini berkat ketelitian dari Petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U) Lapas yang curiga tindak tanduk satu warga binaan kala mengambil titipan makanan.

Kepala Lapas Banjarmasin, Rudy CG melalui Kepala Bagian Program dan Pelaporan Kanwil, Sugito, Jumat (17/8/2018) malam mengatakan untuk kasus ini telah dibuat Berita Acara Pemeriksaan oleh internbak Lapas dan di laporkan juga ke pihak kepolisian.

Baca: Cuplikan Gol Timnas U-23 Indonesia vs Laos yang Berakhir dengan Skor 3-0, Asian Games 2018

"Dari hasil pengembangan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, WBP Agus menyebut nama WBP M. Ferdian Pramana alias Dede Kemudian kedua WBP tersebut dibawa ke Kantor Polsekta Banjarmasin Barat," paparnya.

Kronologis kejadian sendiri berawal dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yakni Agus Priyadi mengambil titipan nasi kotak dari seseorang di P2U kemudian di periksa oleh petugas karena gerak geriknya mencurigakan.

Baca: Ahok Diprediksi Bebas Pada 24 Januari 2019, Ini Perhitungan Adik Kandungnya

Saat digeledah barang serta badan dan benar saja ternyata ditemukan dua plastik yang diduga sabu yang sempat dimasukan pelaku kedalam kantong bagian belakang sebelah kanan .

Sementara itu Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kalsel, Asep Syarifudin mengapresiasi atas kinerja para petugas yang telah berhasil menggagalkan masuknya Narkoba ke dalam lingkungan Lapas.

(banjarmasinpost.co.id/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help