Berita Hulu Sungai Tengah

Jarak SMP Jauh, Banyak Anak Datarbatung Putus Sekolah

Masalah putus sekolah akibat terkendala jarak yang jauh dan akses jalan yang sulit masih dialami anak-anak yang bermukim

Jarak SMP Jauh, Banyak Anak Datarbatung Putus Sekolah
banjarmasinpost.co.id/hanani
ANak-anak di Desa Batarbatung Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah, saat merayakan HUT RI ke 73 bersama Bartman Barabai, Jumat (17/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Masalah putus sekolah akibat terkendala jarak yang jauh dan akses jalan yang sulit masih dialami anak-anak yang bermukim di wilayah pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Di Desa Datarbatung, Kecamatan Batangalai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah, anak-anak lulusan SD yang ingin melanjutkan SMP harus menempuh jarak sembilan kilometer, ke Desa Batutangga.

Kepala Desa Datarbatung, Ramal, kepada banjarmasinpost.co.id saat berkunjung ke desa tersebut, 16-17 AGustus 2018 kemarin menjelaskan, di desa tersebut hanya ada SDN Datar Batung, dimana muridnya cukup banyak.

Tiap tahun meluluskan puluhan murid.

Baca: Ustadz Abdul Somad Sebut Hewan Ini Afdal Untuk Dikurbankan di Idul Adha 2018

“Tapi hanya beberapa orang yang melanjutkan ke SMP. Kebanyakan putus sekolah, karena SMP hanya ada di Batutangga, Jaraknya sekitar sembilan kilometer dari desa kami,”kata Ramal.

Dijelaskan, sebenarnya, Desa Datarbatung lebih dekat dengan Desa Sumsum dan Kambiayin Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan.

Di Desa Sumsum dengan jarak sekitar dua kilometer terdapat SMP.

“Sebagian melanjutkan ke SMP di Sumsum, hanya beberapa yang melanjutkan ke SMP Batutangga. Termasuk anak saya yang terpaksa ngekos di sekitar sekolah di SMP Batutangga,” ucap Ramal.

Baca: Hotman Paris dan Adiknya Janji Beri Rp 50 Juta pada Joni Siswa Atambua Pemanjat Tiang Bendera

Menurut Ramal, dari pemerintahan di kecamatan Batangalai Timur sendiri, mengarahkan agar anak-anak di Datarbatung melanjutkan ke SMP Batutangga.

“Kenyataannya sebagian besar orangtua tak mau melepas anaknya sekolah di desa lain karena jauh,”tutur Ramal.

Dijelaskan, sebagian orangtua tak punya kendaraan bermotor untuk mengantar anaknya sekolah.

Kalaupun ada, kata Ramal , para orangtua tak sempat mengantarkan anaknya jika sekolah keluar desa yang jaraknya jauh, karena pagi-pagi sudah harus ke ladang untuk bercocok tanam padi, ke kebun karet dan ke kebun cabai.

Baca: 15 Ucapan Selamat Idul Adha 2018 Untuk Teman, Sahabat, Kerabat dan Pesan Whatsapp

Warga, kata Kades berharap, pemerintah kabupaten membangunkan SMP, atau minimal memberikan program kejar paket B bagi anak putus sekolah.

Jarak dari Barabai, kota Kabupaten ke Datarbatung ditempuh dalam waktu tiga jam jika tak hujan.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved