Kriminalitas Kalteng

BNN Sebut Jumlah Narkoba Malaysia yang Beredar di Kalteng 20 Kg Sebulan

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi, Minggu (19/8/2018)

BNN Sebut Jumlah Narkoba Malaysia yang Beredar di Kalteng 20 Kg Sebulan
faturahman
Barang bukti Narkoba yang dimusnahkan petugas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah, memperkirakan peredaran narkoba di Provinsi Kalimantan Tengah dalam sebulannya mencapai 20 kilogram.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi, Minggu (19/8/2018) menyikapi makin maraknya narkoba yang masuk ke Kalteng dan pelakunya diamankan petugas.

Dikatakan dia, jika dulunya narkoba yang masuk hanya dari provinsi tetangga, atau pulau jawa dan Jakarta, namun saat ini, kebanyakan narkoba yang masuk kiriman dari Malaysia.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans 7 MotoGP Inggris 2018 : Keluhan Rossi Dikomentari Pedrosa

"Narkoba ini dibasmi, ga habis-habis juga, kami memang mendapat informasi jumlah narkoba yang masuk dan ingin dierdarkan di Kalteng dalam sebulannya mencapai 20 kilogram," ujarnya.

Ini sebut dia, dengan melihat jumlah penggunanya di Kalteng yang cukup banyak hingga mencapai 8000 orang, sehingga pihaknya sangat kewalahan dalam melakukan rehabilitasi jumlah.

Baca: Ini Ritual Via Vallen, Rossa dan Raisa di Sebelum Tampil di Opening Ceremony Asian Games 2018

"Kami memang ada tempat rehabilitasi, tetapi itu sangat terbatas, sehingga bagi pecandu berat, akan diarahkan rehabilitasi ke pusat rehabilitasi Lido , Jawa Barat," ujarnya.

Sementara itu, petugas tetap memburu dan mencari lokasi yang menjadi tempat peredaran obat-obatan terlarang dan narkoba , namun para pemainnya pun terus meluas hingga ke daerah pinggiran kota.

"Ya, saat ini pelajar pun juga ada yang menggunakan narkoba jenis sabu, ini sangat mengkhawatirkan sekali untuk generasi penerus kita,"ujarnya.

(www.banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help