Kriminalitas Regional

Eksekutor Pembakaran Satu Keluarga Ditembak Polisi, 'Diupah Pakai Narkoba Gratis'

Dia adalah Zulkifli Amir alias Ramma (22) warga asal Parepare, diringkus petugas Satreskrim Polrestabes Makassa

Eksekutor Pembakaran Satu Keluarga Ditembak Polisi, 'Diupah Pakai Narkoba Gratis'
tribun timur
Satu lagi pelaku pembakaran satu keluarga di Tinumbu Makassar, pada 6 Agustus 2018 lalu diringkus Polrestabes Makassar. Dia adalah Zulkifli Amir alias Ramma (22) warga asal Parepare, diringkus petugas Satreskrim Polrestabes Makassar di Terminal Parepare, Rabu (15/8/2018) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKASSAR - Satu lagi pelaku pembakaran satu keluarga di Tinumbu Makassar, pada 6 Agustus 2018 lalu diringkus Polrestabes Makassar.

Dia adalah Zulkifli Amir alias Ramma (22) warga asal Parepare, diringkus petugas Satreskrim Polrestabes Makassar di Terminal Parepare, Rabu (15/8/2018) malam.

Penangkapan anak buah dari Akbar dg Ampuh alias Rangga (32) ini kemudian dirilis Satreskrim di Mapolrestabes, Jl Ahmad Yani, Sabtu (18/8/2018) sore.

Baca: Saking Sadisnya Perampok Ini, Ibu Hamil Pun Dihabisi, Badan Panuh Luka dan Kehabisan Darah

"Pelaku kita buru sejak perkembangan hasil penyelidikan kasus di Tinumbu, dia buronan sejak saat itu," Kasat Reskrim Polrestabes, Kompol Diari Astetika.

Baca: Kantor di Lantai 3, Penjuang Kemerdekaan Berusia 102 Tahun Ini Harus Papah karena Sering Jatuh

Menurut Kompol Diari, Ramma adalah salah satu eksekutor pembakaran rumah warga Jl Tinumbu Kecamatan Tallo yang kemudian menewaskan enam orang.

"Soal kenapa pelaku ditembak, karena pelaku saat ditangkap dia melawan tim kami, makanya setelah diperingatkan pelaku ditembak," ungkap Kompol Diari.

Pelaku Ramma ditembak pada kedua betisnya setelah melakukan perlawanan dan coba melarikan diri, saat petugas menggiringnya ke Kota Makassar.

Baca: Valentino Rossi dan Dani Pedrosa Mengeluh, Sulit Keluar dari Masalah Mesin

Tidak hanya mengamankan pelaku dan melumpuhkan, tapi polisi juga mengamankan satu unit motor matik yang dipakai saat pelaku melakukan aksi pembakaran.

"Motor yang diamankan ini juga adalah motor yang dipakai pelaku beli bensin, lalu bensin itu yang dipakaikan untuk menyiran dan membakar," jelas Diari.

Terkait bayaran uang Rp 500 ribu, Ramma mengaku tidak mengetahui itu. Hanya saja pelaku Ramma bersama rekannya memakai narkotika jenis sabu secara gratis.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help