Awas Isu Penculikan Anak di Tanahbumbu

Ibu Rumah Tangga Pengedit Brosur Palsu Diminta Menghapus Postingan di Media Sosial

Hal itu dilakukannya setelah pihak kepolisian menemukan sang pelaku yang mengedit brosur tersebut.

Ibu Rumah Tangga Pengedit Brosur Palsu Diminta Menghapus Postingan di Media Sosial
thesun
Facebook 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Postingan tentang brosur penculikan anak yang sempat ramai di media sosial di antaranya facebook akhirnya di hapus pemiliknya.

Hal itu dilakukannya setelah pihak kepolisian menemukan sang pelaku yang mengedit brosur tersebut. Ibu rumah tangga yang mengedit itu akhirnya meminta maaf dan semua postingannya itu langsung dihapusnya.

Postingan tersebut tentu membuat masyarakat resah dan takut. Karena anak-anaknya sering bermain di jalan, di dalam komplek dan diluar rumah.

Baca: Penyebar Brosur Penculikan Dipanggil Polisi, Mengejutkan Ternyata Orang Ini Pelakunya

Baca: Sempat Membuat Ibu-ibu Resah, Ternyata Informasi Penculikan Anak Hoax

Baca: Penyebar Brosur Penculikan Dipanggil Polisi, Mengejutkan Ternyata Orang Ini Pelakunya

Menurut Kapolsek Kusan Hilir Polres Tanbu, Iptu Moersani, mengatakan orang yang mengedit sudah meminta maaf dan postingannya sudah dihapus.

"Suaminya kami panggil dan istrinya kami berikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama. Aparat desa yang diisukan terjadi percobaan penculikan anak juga kami panggil," katanya.

Selain itu, jajarannya juga ke lokasi dan mendatangi rumah korban yang katanya mau diculik. Namun, setelah ditanya perihal tersebut ternyata kabar yang menyebar tidak sesuai dan itu cuma hoax.

"Cerita-cerita diluar jauh dari cerita aslinya. Tidak ada percobaan penculikan. Memang ada kejadian di Batuah, tapi itu bukan penculikan anak. Jadi ada orang sekitar pukul 21.00 wita menyelinap disamping rumah namun terlihat anak pemilik rumah.

Kemudian pelaku membekap mulut anak dan anak itu berteriak dan akhirnya pelaku lari. Dari kejadian itu malah diisukan penculikan anak, padahal itu orang mau mencuri," katanya.

Dikatakan Moersani, kejadian lainnya ada anak yang terlambat pulang sekolah. Sang ibu jemput ke sekolahnya karena kawatir tak pulang namun anaknya sudah tidak ada. Ternyata, mereka selisihan dan anaknya sudah sampai rumah.

"Cuma cerita orang berlebihan dan menyebarkan itu penculikan anak karena sudah terpengaruh berita dimedia sosial yang belum jelas kebenarannya," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help