Berita Kabupaten Banjar

Kabut Asap Mulai Menyaput, Muspika Gambut Himbau Jangan Bakar Lahan

Seperti pada Sabtu (18/8) kemarin, dimulai dari depan Kantor Kecamatan Gambut dan selanjutnya keseluruh wilayah kecamatan Gambut

Kabut Asap Mulai Menyaput, Muspika Gambut Himbau Jangan Bakar Lahan
hasby
Muspika Kecamatan Gambut melibatkan semua kekuatan yang ada laksanakan kegiatan sosialisasi dan menghimbau jangan membakar lahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Beberapa minggu ini, kabut asap begitu pekat menyelimuti udara di kawasan Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Jajaran Muspika Kecamatan Gambut melibatkan semua kekuatan yang ada laksanakan kegiatan sosialisasi dan menghimbau jangan membakar lahan.

Seperti pada Sabtu (18/8) kemarin, dimulai dari depan Kantor Kecamatan Gambut dan selanjutnya keseluruh wilayah kecamatan Gambut dan berakhir kembali kemuka Kantor Kecamatan.

Hal ini dalam upaya menciptakan keamanan dan kenyamanan lingkungan dan antisipasi bencana kebakaran di wilayah kecamatan Gambut.

Baca: Aksi Via Vallen di Pembukaan Asian Games Dikritik, Netizen: Lipsync? Kenapa tidak Agnes Mo?

Plt Camat Gambut, Sirajudin Ali mengatakan, Sosialisasi ini melibatkan seluruh kekuatan yang ada dan dalam seluruh wilayah Kecamatan Gambut. Barisan Pemadan Kebakaran, Satpol PP, Damkar dan petugas di kelurahan atau desa.

Baca: Udara Palangkaraya Tidak Sehat & Berasap, Warga Diingatkan Kurangi Aktifitas di Luar Rumah

Muspika Kecamatan Gambut melibatkan semua kekuatan yang ada laksanakan kegiatan sosialisasi dan menghimbau jangan membakar lahan.
Muspika Kecamatan Gambut melibatkan semua kekuatan yang ada laksanakan kegiatan sosialisasi dan menghimbau jangan membakar lahan. (hasby)

“Terimakasih semua pihak yang sudah terlibat. Mari sama-sama kita jaga kawasan dari kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Kepala Polsek Gambut, AKP Purnoto mengatakan, ini dalam upaya keamanan dan kenyamanan dan bila lakukan pembakaran lahan konsekuensinya jelas sesuai regulasi yang berlaku yaitu UU No 41 Tahun 1999 Pasal 50 ancaman penjara maksimal 15 tahun dan atau denda Rp 10 Miliar.

Baca: Saking Sadisnya Perampok Ini, Ibu Hamil Pun Dihabisi, Badan Panuh Luka dan Kehabisan Darah

“Juga bisa dikenakan pasal berlapis, bisa Undang undang lingkungan hidup atau undang undang perkebunan,” tambahnya.

Koramil Gambut, Kapten Cpl Bagus Rijayatmo menambahkan, pihaknya siap mendukung kegiatan dan bersenergi dengan semua unsur, terutama untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved