Pilpres 2019

Kepala Daerah Dilibatkan Dalam Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, Jhonny : Ikut Aturan

Dalam memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan melibatkan sejumlah kepala daerah.

Kepala Daerah Dilibatkan Dalam Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, Jhonny : Ikut Aturan
tribunnews.com
Presiden Jokowi, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy serta KH Ma'ruf Amin dalam sebuah kesempatan bersama di atas pesawat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dalam memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan melibatkan sejumlah kepala daerah.

Para kepala daerah itu nantinya akan masuk struktur baru tim kampanye nasional pendukung pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate menuturkan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan menambah dua struktur baru dalam tim kampanye nasional. Kedua struktur baru itu adalah pengarah teritorial dan koordinator pemenangan pilpres.

Baca: Kronologi Tenggelamnya Polisi di Waduk Riam Kanan, Istri Bripka Fajar Ditolong Pakai Jerigen

"Pengarah teritorial yang akan diisi oleh gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota atau kepala daerah dari unsur partai koalisi," kata Johnny di Rumah Cemara 19, Jakarta, Minggu (19/8/2018).

Menurut Johnny para kepala daerah dari KIK hanya sebatas memberikan pengarahan agar pelaksanaan Pilpres di daerahnya berlangsung menggembirakan, memenuhi persyaratan pemilihan yang bebas, jujur, rahasia, adil dan efisien.

"Itu yang menjadi pengarah karena mereka mengetahui, kepala daerah mempunyai kepentingan agar pemilu di daerah berlangsung dengan baik, aman, dan sukses," kata dia.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Bulutangkis Asian Games 2018, Senin (20/8) - Indonesia vs India!

Johnny menegaskan, kepala daerah dari koalisi akan mematuhi aturan-aturan yang ada agar tidak menyalahgunakan jabatan maupun fasilitas negara yang disandangnya ketika memberikan pengarahan.

"Ya harus, lah, harus ikut aturan, undang-undang. Kalau mau ikut ambil bagian dalam proses (kampanye) pilpres, tentu harus cuti, tidak boleh menggunakan fasilitas negara, harus memenuhi syarat (aturan)," ujarnya.

Adapun, koordinator pemenangan pilpres akan diisi oleh para ketua badan pemenangan Pemilu 2019 dari setiap partai koalisi.

Baca: Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Jelang Idul Adha 2018 dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Selain dua struktur baru itu, tim kampanye nasional pada dasarnya dilengkapi dengan dewan pengarah yang berisi para ketua umum partai koalisi dan dewan penasihat yang melibatkan para tokoh masyarakat dan tokoh senior dari partai koalisi.

"Nah keseluruhan jumlah tim kampanye nasional sekitar 112 orang," kata Johnny.

Baca: Selain Defia Rosmaniar Peraih Emas Asian Games, Ini 4 Hijaber Cantik Berprestasi di Cabang Taekwondo

Koalisi akan menyerahkan dokumen susunan tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (20/8/2018) besok.

"Kami harapkan besok bisa disampaikan ke KPU, siang, sekitar jam dua nanti kami akan berangkat dari Posko Cemara ke kantor KPU," kata Johnny.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tambah Dua Posisi, Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Libatkan Kepala Daerah"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved