Berita Hulu Sungai Tengah

Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Vaksin MR, Orangtua di Barabai Tunggu Fatwa MUI

Sejumlah orangtua murid di Kabupaten HST masih ragu terhadap kehalalan vaksin Campak dan Rubella karena belum ada fatwa dari MUI pusat.

Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Vaksin MR, Orangtua di Barabai Tunggu Fatwa MUI
BANJARMASINPOST/HANANI
Salah satu siswa SDN 1 Barabai Timur, saat divaksin MR oleh tim Dinkes HST bberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sejumlah orangtua murid di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) masih ragu terhadap kehalalan vaksin Campak dan Rubella, karena hingga sekarang belum ada fatwa halal atau haram dari MUI pusat.

Menyikapi hal tersebut para orangtua yang belum yakin, meminta pihak sekolah yang kena giliran jadwal pemberian vaksin agar menunda sampai keluar fatwa MUI.

Informasi yang diperoleh banjarmasinpost.co.id, Minggu  salah satu sekolah yang banyak orangtuanya belum memberi izin adalah, SDIT Al Khair Barabai.

Baca: Ingin Selamatkan Anaknya, Polisi Polres Banjar Tenggelam di Waduk Riam Kanan

Baca: BREAKING NEWS : Warga Tenggelam di Tiwingan, Polres Aranio Lakukan Pencarian

“Dari 24 kelas berapa kelas yang melapor, yaitu kelas I sampai VI  sebanyak 87 siswa diizinkan orangtua., 175 tak mengizinkan, sisanya tanpa keterangan, belum ada kabar dan menunggu kondisi anaknya sehat. Ini baru data sementara,” kata Norliani, ustazah di SIT Alkhair.

Dijelaskan, bagi siswa yang orangtuanya mengizinkan, divaksin Senin 19 Agustus 2018. Sedangkan bagi yang belum mengizinkan, kata Norliani masih meminta waktu sampai  fatwa MUI pusat dikeluarkan Kegalauan orangtua juga terjadi di TK Aisyiyah Mawaddah, Barabai.

Baca: Jadwal MotoGP Inggris, Marc Marquez Tetap Dijagokan Jadi Juara Dunia MotoGP 2018

Meski jadwal di sekolah tersebut September 2018mendatang, para orangtua murid berharap MUI pusat segera memngeluarkan fatwa halal atau haram vaksin tersebut.

“Saya sebagai orangtua masih meragukan soal kehalalannya, karena saya mendapat informasi dari tahun lalu MUI telah meminta Kemenkes menyerahkan sampel tapi belum juga,”kata Anisa yang puteranya sekolah di TK Aisyiyah Mawaddah.

Anisa menegaskan dirinya tidak antivaksin. Tapi hanya memastikan vaksinya itu halal berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia. “Bukan Fatwa yang lain, karena MUI yang paling berwenang memfatwakannya,” tandasnya.

Baca: Jadwal & Link Live Streaming SCTV Timnas U-23 Indonesia vs Hongkong di Asian Games 2018

Jika vaksinnya halal, kata Anisa dia tak ragu lagi anaknya divaksin. Diakui, di TK anaknya tersebut pihak sekolah mengirimkan surat resmi kepada orangtua.

Pihak sekolah sekedar memfasilitasi, dan menyerahkannya kepada orangtua masing-masing apakah anaknya mengikuti vaksinasi saat Dinkes nanti melaksanakan program tersebut di sekolah.  

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help