Berita Kotabaru

Air Baku di Gunung Ulin Susut 10 Sentimeter, BPBD Siap Kerahkan 400 Mobil Tanki

Ketidak normalan air mengalir ke pipa-pipa pelanggan terjadi sejak kemarin, bahkan sebagian pelanggan di wilayah perkotaan

Air Baku di Gunung Ulin Susut 10 Sentimeter, BPBD Siap Kerahkan 400 Mobil Tanki
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Waduk Gunung Ulin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Distribusi air bersih ke pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM) Kotabaru mulai tidak stabil. Ketidak stabilan distribusi, karena menurunnya tekanan hingga air mengalir ke pipa pelanggan kecil.

Ketidak normalan air mengalir ke pipa-pipa pelanggan terjadi sejak kemarin, bahkan sebagian pelanggan di wilayah perkotaan mulai menggunakan mesin pompa.

Baca: Live Streaming SCTV - Live Streaming Timnas U-23 Indonesia vs Hongkong Mulai 19.00 WIB

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Timnas U-23 Indonesia vs Hongkong Streaming SCTV Vidio.com

Hal itu diungkapkan Lani, salah satu pelanggan di wilayah Kotabaru Tengah, menurut dia, mengecilnya tekanan air terjadi sejak kemarin dan ia terpaksa menggunakan mesin pompa.

"Artinya sudah musim kemarau. Dan, sudah bukan hal yang aneh lagi," ucap Lani kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (20/8/2018).

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games Usai Tambahan 2 Emas dari Balap Sepeda

Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah kepada banjarmasinpost.co.id, membenarkan mulai kemarin distribusi air bersih ke pelanggan mulai tidak stabil (kecil).

Menurut Ipansyah, ketidak stabilan distribusi air ke pelanggan di wilayah perkotaan.

Tambah Ipansyah, karena mulai menurunnya stok air baku embung Gunung Ulin.

Baca: Raffi Ahmad Akui Ayu Ting Ting Pacarnya, Irfan Hakim Langsung Bereaksi Seperti Ini

"Mulai hari ini air di embung Gunung Ulin sudah turun 10 sentimeter dari batas normal 600 sentimeter," ungkap Ipansyah kepada banjarmasinpost, Senin (20/8/2018).

Ipansyah menambahkan, mengecilnya tekanan air mengalir di pipa pelanggan. Pihaknya belum memberlakukan sistem bergiliran, karena distribusi dianggap masih normal.

"Kalau stok air tinggal 300 sentimeter, mungkin baru diberlakukan bergiliran," ujar Ipansyah kepada banjarmasinpost.co.id.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help