Idul Adha 22018

Doa Buka Puasa Sunah Tarwiyah Senin 8 Dzulhijjah 1439 H atau 20 Agustus 2018 Jelang Idul Adha 2018

Nabi Muhammad mengajarkan doa yang bisa kita ucapkan, baik untuk puasa sunah seperti Nisfu Syaban maupun yang wajib.

Doa Buka Puasa Sunah Tarwiyah Senin 8 Dzulhijjah 1439 H atau 20 Agustus 2018 Jelang Idul Adha 2018
Capture/Youtube
Ustadz Adi Hidayat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -Hari ini, Senin (20/8/2018) umat Islam melaksanakan puasa sunah Tarwiyah.

Puasa ini tergolong istimewa dan merupakan salah satu amalan sunah di bulan Dzulhijjah.

Biasanya, puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Dzulhijjah atau sehari sebelum pelaksanaan puasa sunah Arafah.

Puasa dimulai sejak waktu salat subuh hingga magrib tiba.

Nanti magrib adalah saatnya berbuka puasa sehingga kita boleh makan dan minum.

Sebelum memulai makan dan minum saat berbuka, Nabi Muhammad mengajarkan doa yang bisa kita ucapkan, baik untuk puasa sunah seperti Nisfu Syaban maupun yang wajib.

Baca: Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Jelang Idul Adha 2018 dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Dikutip dari NU Online, doanya berbunyi “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu wa bika aamantu wa bika wa alaika tawakkaltu. Dzahabaz dzomau wabtallatil ‘uruuqu watabbatal ajru insya Allah ya waasi’al fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadaani fashumtu warozaqoni fa afthortu.”

Artinya, Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.

Doa ini dikutip dari Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna’
Doa tersebut ditutup dengan permohonan ampun.

Sementara Ustad Adi Hidayat dalam video ceramahnya menyebutkan doa buka puasa ada dua berdasarkan kitab karangan Abu Daud.

Baca: Tata Cara, Keutamaan dan Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah Jelang Idul Adha 2018, Bahasa Arab dan Latin

Doa pertama adalah dari hadis Nabi Muhammad nomor 538 yang berbunyi allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu.

“Biasanya kan bunyinya allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu, sementara Nabi, menurut hadis ini hanya mengucapkan allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu. Nah, kata wa bika aamantu itu tambahan,” jelasnya.

Sedangkan di hadis kedua bernomor 2357 doanya adalah dzahabaz dzomau wabtallatil ‘uruuqu watabbatal ajru insya Allah.

Artinya, dahaga telah pergi, urat-urat telah basah dan insya Allah pahala sudah tetap.

Dari kedua hadis ini, katanya yang sahih adalah hadis kedua sehingga dianjurkannya kita membaca doa kedua jika hendak berbuka puasa. (banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)  

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved