Berita Hulu Sungai Tengah

Meski Jaraknya Jauh, Buang Sampah Ranting Pohon Langsung ke TPA Tebing Liring

mpah ranting sendiri merupakan sampah dari sisa pemotongan pohon yang rutin dilakukan diseputaran Kota Amuntai.

Meski Jaraknya Jauh, Buang Sampah Ranting Pohon Langsung ke TPA Tebing Liring
banjarmasinpost.co.id/huda
Dahan dan Ranting Pohon Ditebas agar Tak Ganggu Jaringan PLN 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Hulu Sungai Utara (HSU) sempat kesulitan untuk membuang sampah ranting.

Sampah ranting sendiri merupakan sampah dari sisa pemotongan pohon yang rutin dilakukan diseputaran Kota Amuntai.

Selain itu bisa juga dari sampah warga yang melakukan pemotongan pohon dengan bantuan pemerintah.

Mengingat memotong pohon memang perlu kehati-hatian sebab dikhawatirkan dapat terkena jalur kabel atau bahkan merusak rumah.

Baca: Hasil (Skor) Timnas U-23 Indonesia vs Hongkong : Skor Babak Pertama 0-1, Permainan Panas

Sisa pemotongan baik batang, ranting dan daun saat ini diminta langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tebing Liring meskipun jaraknya yang jauh hingga memerlukan biaya angkut lebih mahal.

Sebelumnya sampah ranting sempat dibuang di lahan kosong milik pemerintah daerah di Desa Karias Dalam Amuntai Tengah, namun banyak oknum warga yang ikut membuang sampah rumah tangga hingga membuat lingkungan menjadi kumuh dan meluber ke jalan.

Baca: Live Streaming SCTV, Hasil (Skor) Timnas U-23 Indonesia vs Hongkong Skor Masih 0-0, Serangan Mandek

Akhirnya dilakukan pelarangan membuang ke daerah tersebut.

"Saat ini pembuangan sampah ranting langsung ke TPA Tebing Liring dan harus dipotong lebih kecil agar tidak memakan banyak tempat serta mempermudah proses pembusukan," ungkap Kepala Dinas Perkim dan LH Rusnaidy.

Pihaknya masih berupaya untuk mengadakan lahan khusus untuk pembuangan sampah ranting. Namun sementara terpaksa mengelurkan biaya lebih banyak. Pasalnya pembuangan sampah ranting tidak bisa bersamaan dengan sampah rumah tangga karena beda jam operasi.

Pemeliharaan pemangkasan pohon di seputar kota dilakukan setiap enam bulan sekali agar pohon yang telah berusia puluhan tahun ini tidak terlalu tinggi dan menghindari tumbang saat terkena angin. (Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved