Haji 2018

Pascabadai di Arafah, Menteri Agama Keliling Tenda untuk Tenangkan Jemaah Haji Indonesia

Badai pasir disertai angin dan hujan terjadi di Arafah, Ahad (19/8/2018) pukul 19.00 WAS.jJmaah haji Indonesia yang telah berada di Arafah.

Pascabadai di Arafah, Menteri Agama Keliling Tenda untuk Tenangkan Jemaah Haji Indonesia
kemenag.go.id/MCH
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkeliling menjumpai jemaah yang lebih dulu sampai di Arafah, Ahad (19/8/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKKAH — Badai pasir disertai angin dan hujan terjadi Kota Mekkah dan di Arafah, Ahad (19/8/2018) pukul 19.00 WAS. Waktu itu seluruh jemaah haji Indonesia yang telah berada di Arafah tengah melaksanakan salat maghrib bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Dilansir dari Kemenag.go.id, peristiwa tersebut berlangsung sekitar sejam. Kekuatan angin yang cukup kencang merobohkan satu tenda yang digunakan untuk dapur. Sementara seluruh tenda yang digunakan jemaah tetap aman dan selamat.

Begitu suasana agak mereda, Menag Lukman berkeliling ke seluruh tenda jemaah yang tersebar dalam 70 maktab. Di hadapan jemaah kloter JKG-21, misalnya, Menag menyapa hangat seluruh jemaah yang ada.

Badai angin dan hujan di Kota Mekkah sehingga kain penutup Kakbah (Kiswah) di Masjidil Haram terbuka dan sobek
Badai angin dan hujan di Kota Mekkah sehingga kain penutup Kakbah (Kiswah) di Masjidil Haram terbuka dan sobek (whatsapp@yanimodeungu)

“Bapak-ibu sekalian, saya mohon maaf sekali, ada jemaah yang belum makan. Ini tadi angin kencang dengan hujan. Sehingga proses penyiapan makan agak terganggu,” ujar Menag.

“Mudah-mudahan ini merupakan ujian, istirahat yang cukup dan semoga besok dapat melaksanakan wukuf dengan sebaik-baiknya,” sambung Menag.

Baca: Suasana Mencekam di Mekkah Saat Badai Angin dan Hujan Deras, Kiswah Kakbah Tersingkap dan Sobek

Baca: Hujan Badai di Arafah, Jamaah Embarkasi Banjamasin Berlindung di Tenda

Agar jemaah tidak menunggu lama makan malam, Menag langsung perintahkan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Arafah, Arsyad Hidayat, agar meminta kepada maktab untuk segera mendistribusikan makan.

“Tolong perintahkan ke maktab 21 untuk segera mendistribusikan makanan,” tegas Menag kepada Kasatgas Arafah.

Kloter bdj 17 saat badai berlindung di tenda
Kloter bdj 17 saat badai berlindung di tenda (istimewa)

Sementara salah satu jemaah, Mohammad Khoeron Durori, menyebut jika tenda tahun ini relatif lebih kuat ketimbang 2016.

“Dua tahun lalu saya menjadi petugas haji dan kualitas tenda tidak seperti ini,” ungkapnya.

Menurutnya dulu angin yang melanda tidak sekencang kali ini, namun yang roboh cukup banyak. “Alhamdulillah, meski angin lebih kencang kali ini namun tenda tetap kokoh berdiri,” sambungnya.(Kemenag.go.id/MCH)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved