Yayasan Adaro Bangun Negeri

Tuntas! Gerakan untuk Wujudkan Kabupaten Tabalong ODF 2019

Sebagian besar masyarakat Kalimantan hidup di daerah aliran sungai, bahkan menjadi sebuah kebiasaan yang sudah diadopsi sejak puluhan tahun

Tuntas! Gerakan untuk Wujudkan Kabupaten Tabalong ODF 2019
Yayasan Adaro Bangun Negeri
Menciptakan Kabupaten Tabalong Sehat dan dicanangkannya kabupaten Open Defication Free (ODF), Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten untuk Gerakan Tinggalkan Buang Air Besar Sembarang Untuk Tabalong Sehat (Tuntas) di Aula Bapeda, (13/8). 

Pertemuan stakeholder merupakan hal yang harus dilakukan untuk merumuskan permasalahan dan kendala disetiap desa, agar terpetakan masalah serta tindakan apa yang mesti dilakukan.

“Kami telah melakukan validasi data desa yang benar–benar belum ODF sehingga pelaksanaan program tepat sasaran, selain itu bersama YABN kami sudah melakukan pelatihan kepada 194 kader ODF di kabupaten Tabalong” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula kunjungan lapangan ke desa Banua Rantau kecamatan Banua Lawas untuk mengetahui kondisi desa dan permasalahan yang dialami oleh masyarakat mengapa masih melakukan BABS di sungai.

Sekitar 45 % kepala keluarga di Desa Banua Rantau Kecamatan Banua Lawas belum memiliki wc sehat pribadi. Dari 460 kepala keluarga yang ada, terdapat 208 kepala keluarga yang masih menggunakan jamban terbuka di sungai, untuk menjalankan aktivitas MCK.

Menciptakan Kabupaten Tabalong Sehat dan dicanangkannya kabupaten Open Defication Free (ODF), Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten untuk Gerakan Tinggalkan Buang Air Besar Sembarang Untuk Tabalong Sehat (Tuntas) di Aula Bapeda, (13/8).
Menciptakan Kabupaten Tabalong Sehat dan dicanangkannya kabupaten Open Defication Free (ODF), Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten untuk Gerakan Tinggalkan Buang Air Besar Sembarang Untuk Tabalong Sehat (Tuntas) di Aula Bapeda, (13/8). (Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Salah sorang warga Desa Banua Rantau Kecamatan Banua Lawas mengaku, sampai saat ini ia belum miliki wc di rumah. Sehingga mereka memanfaatkan jamban terbuka, di sungai untuk keperluan mandi, buang hajat, dan juga keperluan lainnya.

Direktur YABN, Okty Damayanti dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa edukasi menjadi komponen utama dalam merubah perilaku masyarakat untuk tidak BABS lagi. “untuk mewujudkan tabalong bebas dari BABS, tidak dapat dilakukan hanya dengan membangun WC di lingkungan masyarakat, oleh karena itu program yang kami jalankan lebih utama untuk mengedukasi dan membuat masyarakat bahwa gaya hidup bersih dan sehat harus dimiliki oleh setiap individu masyarakat di kabupaten Tabalong.” Ungkapnya

Tahun 2019, Tabalong ditargetkan bebas dari aktivitas buang air besar sembarangan. Sejauh ini masih ada puluhan desa yang masih menjadi PR dan belum ODF dari total 131 desa dan kelurahan, di Tabalong untuk dapat mencapai kabupaten ODF.(aol/*)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help