Berita Kotabaru

Virus Serang Padi Petani Pulaulaut Timur, Sebagian Petani Gagal Panen Akibat Padinya Rusak

Petani di beberapa desa di Kecamatan Pulaulaut Timur Kotabaaru gundah. Sebagian besar tanaman padi mereka gagal panen akibat serangan virus.

Virus Serang Padi Petani Pulaulaut Timur, Sebagian Petani Gagal Panen Akibat Padinya Rusak
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Tiga petani di Desa Malukabaulin, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut memanen padi, Jumat (10/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Petani di beberapa desa di Kecamatan Pulaulaut Timur Kotabaaru gundah. Sebagian besar tanaman padi mereka gagal panen, karena terserang virua 'aneh'.

Diperoleh informasi, beberapa tanaman padi petani terserang virus terjadi di desa Langkang Baru, Langkang Lama, Bekambit Asri, Karangsari Indah, Sungai Limau, dan desa Teluk Masjid.

Dipastikan petani di beberapa desa gagal panen, akibat diserang virus merah disebut-sebut petani penyakit merah karena batang pohon padi rusak.

Salah satu Ketua gabungan kelompok tani (gapoktan) di kecamatan Pulaulaut Timur Hamdan kepada banjarmasinpost.co.id, mengatakan padi terserang virus merah, jenis padi unggul.

"Rusaknya total. Paling sepohon sampai dua pohon yang berbuah. Itu pun kondisinya busuk," kata Hamdan melalui telepon selularnya, Senin (20/8/2018).

Baca: Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Jelang Idul Adha 2018 dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Link Live Streaming Indosiar Bulutangkis Asian Games 2018 Mulai 09.00 WIB

Menurut Hamdan, virus menyerang menyerang tanaman padi petani tidak kali ini terjadi. Virus serupa sebelumnya pernah menyerang, namun jeda waktunya cukup lama.

"Pernah tapi jeda waktunya lama, 10 tahunan lebih" jelas Hamdan.

Hamdan mengemukakan tidak mengetahui persis akibat virus menyerang tanaman padi, namun diperkirakannya kerusakan tanaman padi akibat cuaca, perubahan struktur tanah, dan kekeringan.

"Total berapa tanaman yang rusak kurang mengetahui. Mungkin banyak, kecuali di desa Teluk Masjid dan Berangas hanya sebagian," ungkapnya.

Senada dikemukakan Amat Male, salah satu Ketua Gapoktan desa Sungai Limau. Dari puluhan hektare tanaman padi ditanam petani, 50 persen rusak karena terserang virus.

Baca: Bacaan (Lafadz) Niat Puasa Arafah Selasa 9 Dzulhijjah 1439 H, 21 Agustus 2018 Jelang Idul Adha 2018

Baca: Jadwal Sepakbola Asian Games 2018, Senin (20/8) - Laga Penentu Indonesia vs Hong Kong Live SCTV

"Betul. Virus menyerang membuat tanaman rusak, bagian akarnya merah," jelas Amat Male kepada banjarmasinpost.co.id.

Amat menambahkan, tidak mengetahui pasti penyebab virus merah menyerang tanaman padi. Namun dimungkinkan akiat perubahan cuaca.

Sementara hingga berita diturunkan belum didapat konfirmasi resmi pihak Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help