Pemakaman Kubah Hijau di Syamsudin Noor

Ada Mobil Mewah Antar Peziarah di Kubah Hijau, Jemaah Martapura Sebut Ziarah Ingatkan akan Kematian

Sepi di tengah hutan. Nenek Darsinah (60), salahsatu warga setempat mengaku sudah sejak tahun 1985 tinggal di Guntung Damar.

Ada Mobil Mewah Antar Peziarah di Kubah Hijau, Jemaah Martapura Sebut Ziarah Ingatkan akan Kematian
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Peziarah di Kubah Hijau, Guntung Damar, Kecamatan Guntung Payung, Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kubah hijau, Guntung Damar, Kelurahan Guntung payung. Ya, pemakaman
terletak di belakang Bandara Syamsudin Noor. Rumah terdekat dari pemakaman paling hanya tiga unit rumah saja.

Sepi di tengah hutan. Nenek Darsinah (60), salahsatu warga setempat mengaku sudah sejak tahun 1985 tinggal di Guntung Damar. "Makam pernah terbakar beberapa kali, tapi ada saja sampai sekarang," katanya.

Dia sudah biasa melihat kedatangan peziarah. Menurut keterangannya yang ziarah ada yang dari Balikpapan, Samarinda, Teweh, Palangkaraya, Batulicin.

"Bahkan ada juga mobil mewah, orang jauh," katanya.

Baca: Raffi Ahmad Akui Ayu Ting Ting Pacarnya, Irfan Hakim Langsung Bereaksi Seperti Ini

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Indosiar Semifinal Bulutangkis Asian Games 2018, Indonesia vs Jepang

Jemaah yang sampai bermalam dia akui memang ada saja. Mereka berdoa, bila Minggu ramai peziarah.

Salahsatu peziarah, Bandi Khairullah asal Martapura. Hari masih pagi saat itu, dia terlihat sudah datang ke makam. Dia akui baru kali ini datang ke Kubah hijau.

"Baru sekarang, ya silaturahmi saja sekaligus dengan ziarah ini mengingatkan kita akan kematian. Tujuan kedua kita ya untuk mengingat beliau, beliau adalah seorang Syech yang penyebar dan pengajar pelajaran agama di Kalimantan," katanya. (banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved