Berita Batola

Dinas Kesehatan Batola Tetap Layani Vaksin MR Meski Ada Fatwa Haram MUI

DINAS Kesehatan Kabupaten Batola tetap akan menjalankan program vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) meski ada fatwa

Dinas Kesehatan Batola Tetap Layani Vaksin MR Meski Ada Fatwa Haram MUI
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola, Sugian Noor 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - DINAS Kesehatan Kabupaten Batola tetap akan menjalankan program vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) meski ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Vaksin MR haram karena mengandung babi.

Sampai saat ini semua puskemas di Kabupaten Batola tetap melayani vaksin MR.

“Kami masih menunggu surat resmi dari kemenkes. Di puskesmas pelayanan vaksin MR masih jalan, namun sifatnya murid yang mau dilayani. Bagi siswa menolak tidak disuntik,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Batola, M Hatta, Selasa (21/8/18).

Baca: Lafadz (Bacaan) Takbiran Hari Raya Idul Adha 2018 Lengkap dalam Bahasa Arab dan Indonesia

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Batola secara terang-terangan menagih peran dari dinas pendidikan kabupaten setempat untuk suksesnya program vaksin imunisasi measles dan rubella (MR).

“Iya kita ingin menagih peran di dinas pendidikan Kabupaten Batola seperti apa. Siswa dan giru di 17 kecamatan sepertinya masih menolak program MR,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola, Sugian Noor.

Menurut Sugian Noor, sebanyak 17 kecamatan yang masih menolak vaksin imunisasi MR yakni diantaranya Kecamatan Alalak Anjir Muara, Anjir Pasar, Bakumpai, Barambai, Belawang, Cerbon,Jejangkit, Kuripan, Mandastana, Marabahan, Mekarsari, Rantau Badauh, Tabukan, Tabunganen, Tamban dan Wanaraya.

Baca: Komentar Richard Kyle Soal Status Janda Jessica Iskandar, Sebut Jedar Perempuan Seperti Ini

“Tim dari dinas kesehatan sudah kerja ke semua sekolah di 17 kecamatan, namun siswa dan gurunya masih menolak. Hasil capaian kerja vaksin imunisasi MR baru 11 persen saja,” kata Sugian.

Dijelaskan Sugian, penolakan guru dan siswa di semua sekolah di 17 kecamatan itu karena berlatar belakang agama.

Siswa dan guru meyakini vaksin imunisasi MR yang diberikan dinas kesehatan belum sertifikasi halal.

Seperti diketahui, Polemik soal halal-haram penggunaan vaksin Measles Rubella (MR) untuk imunisasi campak Rubella akhirnya menemuka titik terang.

Baca: Kondisi Terkini Shakira Aurum, Anak Denada yang Didiagnosis Terkena Leukimia

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved