Idul Adha 2018

Lafadz (Bacaan) Takbiran Hari Raya Idul Adha 2018 Lengkap dalam Bahasa Arab dan Indonesia

Lebaran Idul Adha, menggema suara takbir. Tentu, ada bacaan atau lafadz takbiran Idul Adha 2018 yang benar.

Lafadz (Bacaan) Takbiran Hari Raya Idul Adha 2018 Lengkap dalam Bahasa Arab dan Indonesia
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Semarak pawai malam Takbiran di Kotabaru, Kamis (14/6/2018) malam. 

Telah maklum pula, hari raya merupakan hari suka cita dan bergembira sehingga kadang tidak terasa terselip sendau gurau yang kurang berguna.

Baca: Tata Cara dan Niat Mandi Hari Raya Idul Adha 2018 dalam Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya

Baca: Komentar Deddy Corbuzier Soal Aksi Presiden Jokowi Pakai Stuntman untuk Opening Asian Games 2018

Karena itu, menurut Sayyid Ali Al-Khawash (wafat 949 H) sufi asal Kairo, guru Syekh Abdul Wahab As-Sya’rani, hikmah dari menghidupkan malam hari raya adalah nur ibadah pelakunya dapat memancar sepanjang hari dan terhindar dari kelalaian akibat begitu bahagianya di hari tersebut.

Lain halnya orang yang menghabiskan malam hari raya untuk tidur semalam suntuk atau melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat lalai dari Tuhannya, maka ia akan terjerumus dalam kelalaian di sepanjang hari. (Lihat Abdul Wahhab As-Sya’ani, Lawaqihul Anwar Al-Qudsiyyah, halaman 92).

Lalu bagaimana orang dapat dikatakan memperoleh keutamaan menghidupkan malam hari raya? Berkaitan hal ini ulama berbeda pendapat:

Masih dikutip dari laman Nu.or.id, pendapat pertama (as-shahih) menyatakan dengan menggunakan mayoritas waktu malam hari raya untuk beribadah.

Baca: Doa Buka Puasa Arafah Selasa 9 Dzulhijjah 1439 H atau 21 Agustus 2018 Menjelang Idul Adha 2018

Pendapat kedua mengatakan cukup beribadah sesaat saja dari malam hari raya.

Ini diperkuat dengan keterangan dari Imam As-Syafi’i yang mengisahkan bahwa ketika malam Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha para masyayikh kota Madinah datang ke masjid, berdoa, dan berzikir sampai lewat beberapa saat saja waktu malam tersebut.

Sedangkan pendapat ketiga sebagaimana dikutip oleh Al-Qadhi Husain dari Ibn Abbas RA mengatakan, keutamaan menghidupkan malam hari raya diperoleh dengan shalat Isya’ secara berjamaah dan bertekan untuk melakukan shalat subuh di pagi harinya secara berjamaah pula. (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Jeddah: Maktabah Al-Irsyad, tanpa catatan tahun], juz V, halaman 145).

Walhasil, mari kita menghidupkan malam hari raya Idul Fitri dengan berbagai ibadah, takbir, zikir, doa, shalat-shalat sunah dan ibadah lainnya agar diberi keteguhan hati di dalam momen-momen terpenting dalam fase kehidupan serta mendapatkan ridha-Nya.

Pusat kota Paringin menjadi titik sentral berkumpulnya warga di malam takbiran.
Pusat kota Paringin menjadi titik sentral berkumpulnya warga di malam takbiran. (BANJARMASINPOST.co.id/elhami)

Bacaan Takbiran

Halaman
1234
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help