Pemakaman Kubah Hijau di Syamsudin Noor

Pilot Pun Berdoa di Kubah Hijau, Permakaman Tua Belakang Bandara Syamsudin Noor

Dikelilingi ratusan makam ada satu bangunan induk berwarna hijau, di dalamnya juga ada makam. Dikenal sebutan kubah hijau.

Pilot Pun Berdoa di Kubah Hijau, Permakaman Tua Belakang Bandara Syamsudin Noor
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Ratusan makam tua di Kubah Hijau, Guntung Damar, kelurahan Guntung payung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hari masih begitu pagi tapi sudah terlihat ada sejumlah peziarah mendatangi Kubah Hijau, Guntung Damar, Kelurahan Guntung payung. Ya, pemakaman keramat belakang Bandara Syamsudin Noor.

Peziarah ada yang datang dengan kendaraan pribadi ada juga mobil sewaan. Bahkan pilot salahsatu maskapai terkenal juga jadi buah bibir para peziarah karena melakukan ziarah dan doa selamat diantara ratusan makam,
sekalian wisata religi.

Kawasan pemakaman ini terletak kurang lebih 200 meter dari jalan lingkar Utara. Dari jalanan aspal dilanjut menyusur jalanan berbatu terus memasuki hutan. Hingga di ujung jalan.

Tampak pemakaman yang 'mojok' di antara rindangnya hutan, persis belakang Bandara Syamsudin Noor. Sekilas terasa seram dan bikin merinding, pasalnya, Begitu sampai di lokasi akan terlihat ratusan makam dengan nisan
tua beragam jenis dan kondisi.

Baca: Juara Grup A! Hasil (Skor) Akhir Timnas U-23 Indonesia vs Hongkong Asian Games 2018, Skor Akhir 3-1

Baca: Raffi Ahmad Akui Ayu Ting Ting Pacarnya, Irfan Hakim Langsung Bereaksi Seperti Ini

Mayoritas nisan dari kayu yang sudah usang. Belum lagi suasana yang sepi tengah hutan jauh dari pemukiman, paling hanya tiga rumah jarak berjauhan .

Dikelilingi ratusan makam ada satu bangunan induk berwarna hijau, di dalamnya juga ada makam. Ya, dikenal dengan sebutan kubah hijau. Tidak banyak referensi yang detail menyebutkan asal-usul Kubah hijau baik dari
cerita orang maupun penelusuran di dunia Maya.

Dari penelusuran reporter banjarmasinpost.co.id, peziarah datang tidak hanya pagi bahkan larut malam dan nginap di area pemakaman.

Ratusan makam tua di Kubah Hijau, Guntung Damar, kelurahan Guntung Payung, Banjarbaru.
Ratusan makam tua di Kubah Hijau, Guntung Damar, kelurahan Guntung Payung, Banjarbaru. (banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan)

Suasana di area makam begitu tenang, mengingat letaknya yang berada di tengah hutan Guntung Damar. Kawasan juga terawat kenyamanan dan kebersihannya karena ada seseorang yang setia membersihkan tiap hari.

Baca: Timnas U-23 Indonesia Lolos ke Babak 16 Besar dan Jumpa Uni Emirat Arab di Asian Games 2018

Baca: Kini Liverpool Tempel Manchester City di Puncak Klasemen Premier League Musim Ini

Peziarah yang datang bermacam latar belakang dan kalangan usia, beragam profesi.

Menurut keterangan Yasikin (85) di kubah induk itu merupakan makam Syekh Ahmad bin Muhammad Abu Bakar Bil Faqih.

"Ada sekitar 150 makam, iya ini komplek pemakaman bahari. Peziarah selalu ada, dari Banjarmasin, Banjarbaru, luar daerah Kalteng, Jawa, malang, Banyuwangi. Bahkan seorang pilot pun ada yang ziarah belum lama ini, dia
ziarah ya berdoa selamat saja karena katanya mau terbang , sekaligus wisata religi," ucap Yasikin, kakek bercucu empat warga Binaputra ini.Yasikin, seorang kakek yang sejak tahun 1980 sudah mengabdikan dirinya
menjaga kebersihan sekitar area makam.
(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved