Ekonomi dan Bisnis

Tempatkan Dana Hasil Ekspor Dalam Negeri, Deposito Bisa Bebas Bunga

Dalam keadaan nilai tukar yang tertekan, berbagai usaha dilakukan pemerintah untuk stabilkan nilai Rupiah.

Tempatkan Dana Hasil Ekspor Dalam Negeri, Deposito Bisa Bebas Bunga
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Inilah contoh tas-tas dari Kalsel yang diekspor ke negara Jepang, Minggu (6/4/2014). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dalam keadaan nilai tukar yang tertekan, berbagai usaha dilakukan pemerintah untuk stabilkan nilai Rupiah.

Bank Sentral dengan menaikkan acuan suku bunganya sebesar 25 basis poin dimana BI 7 Days Reverse Repo Rate dinaikkan ke level 5,5 persen dari sebelumnya 5,25 persen.

Namun, pengusaha sebagai pelaku industri khususnya di sektor ekspor juga dinilai bisa berperan bantu stabilkan nilai Rupiah.

Karena itu, melalui Peraturan Menteri Keuangan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 26/2016 tentang insentif pajak atas simpanan devisa hasil ekspor, pemerintah himbau pengusaha simpan dana hasil ekspor di dalam negeri.

Baca: Kumpulan Ucapan (Kata-kata) Selamat Hari Raya Idul Adha 2018 untuk Sahabat, Teman dan Keluarga

Ajak pengusaha tempatkan dana hasil ekspor di dalam negeri Pemerintah melalui Kementrian Keuangan juga berikan insentif pajak atas devisa hasil ekspor.

Dalam beleidnya berisi pemotongan pajak penghasilan (PPh) atas bunga deposito maupun portofolio lain sebagai tempat menyimpan devisa di dalam negeri.

Dijelaskan Kepala Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalselteng Adriana Hermawati Koraag, pengusaha bisa dapatkan pengurangan pajak deposito atas dana hasil ekspor yang ditempatkan dalam negeri berbentuk Dolar Amerika.

Baca: Ayah dan Anak Tersangka Pelaku Pencurian Ditembak Buser Banjarbaru, Ini Daftar Barang Buktinya

Contohnya jika dana tersimpan dalam deposito satu bulan pajak dipangkas dari 20 persen menjadi hanya 10 persen.

Selanjutnya untuk deposito tiga bulan pajaknya hanya 7,5 persen dan 2,5 persen untuk enam bulan.

"Jika dana hasil ekspor tersimpan di deposito setahun atau lebih, malah bebas pajak atau 0 persen," kata Adriana.

Lebih menguntungkan lagi jika eksportir menyimpan dana hasil ekspor dalam deposito rupiah, maka pemotongan pajaknya lebih besar lagi.

Baca: Raffi Ahmad Akui Ayu Ting Ting Pacarnya, Irfan Hakim Langsung Bereaksi Seperti Ini

Jika disimpan dalam deposito rupiah berjangka satu bulan maka pajaknya hanya 7,5 persen, 5 persen untuk tiga bulan dan 0 persen bunga atas deposito berjangkanya jika disimpan selama enam bulan atau lebih.

Insentif ini sebenarnya bukan peraturan baru dan sudah ditandatangani Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang P.S Brodjonegoro dan diundangkan pada Bulan Februari 2016. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help