Idul Adha 2018

Cara Mengonsumsi Hidangan Daging Kurban Kambing dan Sapi Tanpa Takut Kena Hipertensi

Nah, bagaimana cara agar aman mengonsumsi daging kurban baik sapi atau kambing tanpa takut hipertensi.

Cara Mengonsumsi Hidangan Daging Kurban Kambing dan Sapi Tanpa Takut Kena Hipertensi
THINKSTOCK.COM
darah tinggi hipertensi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Salah satu penyakit yang ditakutkan datang saat Idul Adha 2018 adalah hipertensi. Ini karena berlimpahnya hidangan berbahan daging kurban baik sapi atau kambing.

Tentu, tidak etis jika tak memakan daging kurban baik sapi atau kambing ketika dihidangkan. Nah, bagaimana cara agar aman mengonsumsi daging kurban baik sapi atau kambing tanpa takut hipertensi.

Nah, Banjarmasinpost.co.id akan mencoba memberikan cara atau tips mencegah hipertensi saat mengonsumsi daging kambing atau sapi itu.

Hari Raya Idul Adha 1439 H yang diperingati setiap tanggal 10 Zulhijjah dirayakan masyarakat muslim Indonesia pada hari ini, Rabu (22/8/2018).

Baca: Cara Membuat Daging Kurban Idul Adha 2018 Cepat Empuk Tanpa Menunggu Lama

Idul Adha juga dikenal dengan sebutan “Hari Raya Haji”, karena peristiwanya bertepatan dengan prosesi kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan kurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Oleh karenanya, peringatan Idul Adha tiap tahunnya pasti identik dengan keberadaan daging hasil kurban tersebut.

Baca: Resep Membuat Sate Padang Memanfaatkan Daging Kurban untuk Sajian Hari Raya Idul Adha 2018

Begitupun olahannya yang kerap menjadi hidangan utama ketika perayaan salah satu hari besar umat Islam ini.

Umumnya, setelah penyembelihan kurban, para penerima daging kurban akan membuat masakan untuk disantap bersama.

Meskipun menggembirakan, terkadang hidangan serba daging kambing dan sapi ini justru menghadirkan polemik yaitu darah tinggi.

Lantas, bagaimana kiat-kiat untuk menghindari penyakit tersebut kala menikmati berbagai olahan hidangan daging dan jerohan saat Idul Adha?

Dokter Wahyu Indianto dari RSUD Kota Surakarta memiliki beberapa kiat untuk mencegah dan mengatasi datangnya hipertensi di kala menyantap hidangan Idul Adha tersebut.

Terkait cara pencegahannya, Wahyu memiliki 2 kiat yang sederhana.

Baca: Jadwal & Link Live Streaming SCTV Timnas U-23 Indonesia vs Uni Emirat Arab UAE di Asian Games 2018

Pertama, adalah menyadari kondisi kesehatan tubuh sendiri.

"Kiatnya ya masing-masing sadar akan kondisinya, perhitungkan untung ruginya, mau mementingkan nikmat sesaat atau sakit berkelanjutan." ungkap Wahyu saat ditemui Senin lalu (20/8/2018)

"Jika kondisi masih normal atau sehat ya monggo tapi jangan serakah. Bagi yang sudah sakit lebih mawas diri. Yang penting Nikmati, batasi, dan imbangi (asupannya)"

Kedua, adalah selalu perhatikan tekanan darah bila memiliki riwayat darah tinggi sebelum menyantap hidangan seperti jerohan dan daging hewan kurban.

Jika ada riwayat stroke atau serangan jantung, Wahyu menyarankan agar sebaiknya tidak ikut mengkonsumsi.

Nah, buat yang nekat dan mengalami darah tinggi saat memakan sajian Idul Adha, Wahyu juga memiliki beberapa kiat untuk mengatasinya.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Rabu (22/8) Indonesia No 4 Sampai 10.30 WIB

Pertama, adalah lihat dulu gejala yang dialami usai memakan daging atau jeroan.

Bila gejala ringan sudah terjadi seperti mulai pusing, sebaiknya hentikan mengkonsumsinya.

Selanjutnya, segera laporkan gejala ringan tersebut ke dokter yang terdekat.

Sate Padang
Sate Padang (wiratech)

Terkait cara pencegahannya, Wahyu memiliki 2 kiat yang sederhana.

Pertama, adalah menyadari kondisi kesehatan tubuh sendiri.

"Kiatnya ya masing-masing sadar akan kondisinya, perhitungkan untung ruginya, mau mementingkan nikmat sesaat atau sakit berkelanjutan." ungkap Wahyu saat ditemui Senin lalu (20/8/2018)

"Jika kondisi masih normal atau sehat ya monggo tapi jangan serakah. Bagi yang sudah sakit lebih mawas diri. Yang penting Nikmati, batasi, dan imbangi (asupannya)"

Kedua, adalah selalu perhatikan tekanan darah bila memiliki riwayat darah tinggi sebelum menyantap hidangan seperti jerohan dan daging hewan kurban.

Jika ada riwayat stroke atau serangan jantung, Wahyu menyarankan agar sebaiknya tidak ikut mengkonsumsi.

Nah, buat yang nekat dan mengalami darah tinggi saat memakan sajian Idul Adha, Wahyu juga memiliki beberapa kiat untuk mengatasinya.

Pertama, adalah lihat dulu gejala yang dialami usai memakan daging atau jeroan.

Bila gejala ringan sudah terjadi seperti mulai pusing, sebaiknya hentikan mengkonsumsinya.

Selanjutnya, segera laporkan gejala ringan tersebut ke dokter yang terdekat.

Hal ini penting guna tensinya bisa segera diukur.

Daging kambing
Daging kambing (tribun surabaya)

Menurut Wahyu, hal itu diperlukan karena pusing ringan pun ternyata bisa mendapati tensi yang tinggi, dan selanjutnya tergantung tensinya yang terukur.

Jika pusing yang dialami sudah begitu hebat, lalu mengalami mual muntah dan gejala berat lainnya, Wahyu menginstruksikan untuk segera ke RS terdekat.

Wahyu menjelaskan bahwa ketiga gejala tersebut sudah menandakan Hipertensi Maligna atau sering disebut Krisis Hipertensi. (Bobby W)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Kiat Cegah dan Atasi Darah Tinggi Saat Mengkonsumsi Daging Sapi dan Kambing

Editor: Murhan
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help