Melihat Trotoar Difabel di Banjarmasin

Nanda Febryan : Penyandang Disabilitas Harus Dilibatkan dalam Pembahasan

Dijelaskan Nanda, guiding block (petunjuk bagi tuna netra) ada berbagai macam. Ada titik-titik serta ada perbedaa

Nanda Febryan : Penyandang Disabilitas Harus Dilibatkan dalam Pembahasan
Eka Pertiwi
Trotoar di Jalan A Yani Km 6 tertutup reklame dan pohon. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengamat Tata Kota yang juga Ketua Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKINDO) Provinsi Kalimantan Selatan, Nanda Febryan, menganggap trotoar yang masih belum ramah difabel diakibatkan dari kegagalan konstruksi, perencanaan, maupun dari pelaksanaan.

"Penyandang disabilitas seharusnya dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan," katanya.

Dijelaskan Nanda, guiding block (petunjuk bagi tuna netra) ada berbagai macam. Ada titik-titik serta ada perbedaan elevasi ketinggian lantai dari naik dan jalan.

Baca: Guiding Block Terputus, PUPR: Pemko Janji Perbaiki Trotoar Agar Ramah Difabel

Dijelaskannya dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 30 tahun 2006 dan terbaru Nomor 14 tahun 2017, pemerintah wajib menyediakan fasilitas bagi disablitas.

Baca: Trotoar Juga Jadi Tempat Parkir dan Berjualan, Inikah Disebut Aman Bagi Difabel?

"Untuk itu pemko harus mengevaluasi pelayanan trotoar baik untuk masyakakat umum dan berkebutuhan khusus. Jangan sekadar mengejar target, lebar satu meter jadi trotoar. Apalagi, pembuatan trotoar tidak murah," jelasnya.

Nanda berharap pemerintah bisa meninjau ulang lagi pembangunan trotoar. Apalagi menyangkut kepentingan kaum disabilitas yang perlu fasilitas khusus.

Baca: Penyandang Difabel Daksa Juga Sulit Melalui Trotoar di Jalan Kota Banjarmasin

"Untuk masyarakat umum saja belum layak apalagi bagi kaum berkebutuhan khusus," ujarnya.

Dia juga mengeritik ketika pohon yang ada justru mengganggu. Inilah membuktikan adanya kesalahan awal baik dari perencanaan atau pelaksanaannya.

Dijelaskan Nanda, ada tiga fasilitas untuk penyandang disabilitas di trotoar yang sampai saat ini tidak terpenuhi, bahkan banyak yang tidak mengerti soal fungsi dan keberadaannya.

Baca: Tak Ada Trotoar yang Aman Bagi Difabel di Banjarmasin, Ini Faktanya

Pertama adalah guiding block. Fasilitas ini berperan sebagai jalur penuntun dan petunjuk bagi disabilitas khususnya tunanetra. Saat ini fasilitas tersebut sudah mulai ada pada beberapa trotoar di Banjarmasin, tetapi tidak berjalan sesuai fungsinya.

Selanjutnya, ramp, yang berfungsi sebagai pengganti tangga. Ketiga adalah Portal S yang berguna melindungi pegguna kursi roda. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved