Tajuk

Menjadikan si Manis Lebih Manis

Ternyata daerah ini sangat kaya akan nanas. Untuk tumpeng itu saja, terbuat dari 2.800 nanas. Semua dibagikan dengan percuma

Menjadikan si Manis Lebih Manis
Edi Nugroho
RIBUAN warga berebutan nanas dalam Festival Nanas Kemerdekaan, Senin (20/8/18) di lapangan Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Batola. 

MENYAKSIKAN nanas menggunung berbentuk tumpeng di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala pada acara Festival Nanas Kemerdekaan pada Senin (20/8) lalu, itu sebuah hal yang menakjubkan. Ternyata daerah ini sangat kaya akan nanas. Untuk tumpeng itu saja, terbuat dari 2.800 nanas. Semua dibagikan dengan percuma kepada pengunjung acara.

Sayangnya, nanas di daerah ini belum terolah dengan baik dan produktif. Padahal jika diolah menjadi berbagai produk tentu akan lebih memberikan nilai tambah dan menyejahterakan petani, pedagang, perajin dan pengusahanya.

Sebagai perbandingan saja, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, nanas diolah menjadi berbagai produk. Hampir semua tepian jalan di Subang, penuh dengan penjulan nanas dan produk turunannya.

Sebenarnya nanas Subang tidak lebih manis dibandingkan nanas Batola. Rasanya, secara subjektif, justru agak kecut. Namun oleh pemerintah kabupaten, nanas Subang begitu dipromosikan. Tugu nanas bahkan didirikan oleh pemkab setempat.

Di warung-warung tepi jalan, kita bisa menikmati nanas Subang mulai dari buahnya, dodol, minuman hingga keripik.

Pengolahan nanas Batola kiranya juga sudah dilakukan. Namun perlu promosi yang lebih gencar lagi. Seiring dengan itu, perbaikan produk harus dilakukan. Kemasan harus lebih menarik.

Para pakar pemasaran yang ada di Kalsel tentunya sangat paham dengan hal ini. Demikian pula para pemerhati usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Permodalan sebenarnya juga bukan masalah utama lagi. Ini mengingat banyak perbankan yang kini melirik UMKM.

Sarana pemasaran juga bukan lagi persoalan. Banyaknya minimarket modern seharusnya bisa dimanfaatkan. Selama ini yang terjadi kehadiran mereka justru mematikan usaha kecil. Banyak warung dan minimarket lokal yang kalah bersaing dengan mereka. Seharusnya pemberian izin kepada mereka disertai persyaratan yang mengingat yakni harus ikut mengembangkan dan memasarkan produk lokal.

Selain itu pemasaran melalui online harus dimanfaatkan. Orang tidak perlu lagi warung atau toko untuk berjualan makanan atau produk.

Mengingat petani daerah ini belum banyak yang melek teknologi, tentunya peran pemerintah daerah sangat diperlukan. Pemerintah daerah harus lebih giat membantu petani, perajin, pedagang dan pengusaha lokal. Dengan demikian, si manis nanas Mekarsari Batola akan lebih manis lagi. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help