Polemik Fatma MUI Soal Imunisasi MR

MUI Nyatakan Vaksin MR Haram, Anisa Ikuti Pendapat Ustadz Somad Tunggu Vaksin Halal

Pascakeluarnya Fatwa MUI, sejumlah orangtua siswa baik di TK, SD dan SMP ada yang dengan tegas melarang anaknya divaksi

MUI Nyatakan Vaksin MR Haram, Anisa Ikuti Pendapat Ustadz Somad Tunggu Vaksin Halal
Banjarmasinpost.co.id
Polemik Vaksinasi MR 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pascakeluarnya Fatwa MUI bahwa vaksin yang diimpor dari Serum Institute of India (SII) itu haram karena mengandung babi. sejumlah orangtua siswa baik di TK, SD dan SMP ada yang dengan tegas melarang anaknya divaksi, ada pula yang tetap mengizinkan.

Salah satu orangtua siswa yang memilih tak mengizinkan, adalah Anisa, warga Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST). Anisa beralasan, tak memvaksin anaknya, karena khawatir dengan kandungan babi di vaksin tersebut.

Pendapat tersebut, menurut Anisa sesuai dengan pernyataan ustadz Abdul Somad, saat menjawab pertanyaan jemaah di Ponpes Nurul Muhibbin Barabai 16 Agutus 2018, beberapa hari lalu. Meski demikian, Anisa menegaskan, dia menghormati pendapat lain, yaitu memvaksin anaknya, dengan alasan demi kemaslahan umat.

“Insya Allah kalau ada vaksin halal saya akan menyukseskan program vaksinnya,” tambahnya.

Baca: Dinkes Kalsel Tetap Lanjutkan Imunisasi MR Pasca-Fatwa MUI, Tak Paksa Masyarakat

Baca: Tiga Alasan MUI Perbolehkan Penggunaan Vaksinasi MR, Walau Positif Mengandung Babi

Meski demikian, Anisa menyampaikan penghormatan dan doanya untuk para tenaga kesehatan yang telah bekerja keras dan tulus demi kesehatan masyarakat.

Berbeda dengan Aniasa, Merry, orangtua siswa yang anaknya jadi sasaran vaksin, menyatakan mengizinkan anaknya divaksin, jika sekolah anaknya nanti mendapat giliran didatangi petugas.

“Yang jelas, tiap orangtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Karena khawatir terserang penyakit campak dan rubella, saya niatkan ikhtiar dengan mengizinkan anak saya divaksin,” kata Merry.

Sementara Devi, ibu dari seorang anak yang masih duduk di PAUD akhirnya positif memilih tidak memvaksin MR.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018 Usai Fajar/Rian Takluk, Melorot No 5

Baca: 5 Modal Timnas U-23 Indonesia Untuk Taklukkan Uni Emirat Arab (UEA) Live SCTV

"Awalnya saya mau saja memberikan imunisasi untuk anak. Karena kan emang bagus untuk pencegahan. Tapi setelah ada informasi dari media sosial yang surat edaran MUI kalau vaksin MR haram, maka saya putuskan untuk tidak memberikan vaksin ke anak saya," ucap Devi, Rabu (22/8).

Ia pun mengatakan sebelumnya sempat menunggu kepastian halal haramnya vaksin tersebut. Terlebih sekolah anaknya juga melakukan hal yang sama.(ell/han)

Lebih lengkap baca di harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (23/8/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved