Kriminalitas Regional

Pengakuan Mengejutkan Kurir Narkoba Anggota DPRD Langkat yang Ditangkap Saat Turun Pesawat

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengatakan tersangka baru bernama Firdaus alias Daus.

Pengakuan Mengejutkan Kurir Narkoba Anggota DPRD Langkat yang Ditangkap Saat Turun Pesawat
Tribun Medan
Ibrahim Hongkong anggota DPRD Langkat terlibat jaringan narkoba internasional, ia duduk di depan barang bukti dalam paparan pengungkapan kasusnya, Selasa (21/8/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Tim ‎Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap seorang tersangka sindikat narkoba jaringan Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong, anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengatakan tersangka baru bernama Firdaus alias Daus.

Ia diamankan Rabu (22/8/2018) pagi di ‎Bandara Aceh.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018 Usai Fajar/Rian Takluk, Melorot No 5

‎Menurut Arman, saat ditangkap, Daus baru saja tiba dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Peran Daus diyakini Arman cukup sentral dalam kasus ini.

Baca: Hasil Liga Champions 2018-2019 - Unggul Cepat dalam 74 Detik, Ajax Makin Mantap di Fase Grup

"Daus ini suruhan Ibrahim untuk mengantar sabu dengan speed boat dari Pulau Pinang (Penang), Malaysia ke tempat serah terima di tengah laut," ujar Arman saat dikonfirmasi wartawan.

Jenderal bintang dua ini melanjutkan, ‎Daus berupaya mengelabui petugas dengan membeli tiket pesawat dari Penang tujuan Aceh.

Setelah check in dan cap paspor di Imigrasi bandara, ternyata Daus tidak berangkat.

Baca: Jenguk Anthony Ginting di Ruang Perawatan, Ucapan Presiden Jokowi Ini Bikin Haru

Daus malah keluar bandara dan pergi ke Kuala Lumpur.

D‎i Kuala Lumpur, Daus beli tiket pesawat lagi dan berangkat pulang ke Aceh. ‎

"Petugas BNN sudah siap menangkap yang bersangkutan ketika turun dari pesawat. Setelah ditangkap Daus langsung diterbangkan ke Medan, Sumatera Utara," ujarnya.

Ketika anak buahnya hendak melakukan tes urin pada Daus, Daus membuat pengakuan mengejutkan.

Daus mengatakan tidak perlu di tes, pasti urinnya positif karena dia menggunakan sabu setiap hari terutama jika melaut.‎

Arman ‎menambahkan, berdasar keterangan Daus, dia mengaku sudah empat kali mengantar sabu ke tengah laut dan diupah Rp 80 juta.‎

Hai Guys! Berita ini ada juga di TRIBUNNEWS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help