Berita Banjarmasin

Waspada! Alami Intrusi Air Laut, Banjarmasin Terancam Krisis Air Bersih

Kota Banjarmasin terancam krisis air bersih. Sebab, air di Sungaibilu sebagai bahan baku utama air bersih sudah tercampur dengan air laut.

Waspada! Alami Intrusi Air Laut, Banjarmasin Terancam Krisis Air Bersih
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.COID, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin terancam krisis air bersih. Sebab, air di Sungaibilu sebagai bahan baku utama air bersih di Banjarmasin sudah tercampur dengan air laut.

Air laut naik ke permukaan air sungai sejak pukul 05.00 Wita hingga pukul 09.00 Wita, Kamis (23/8/2018). Parahnya, kadar asin air sungai di Intake Sungaibilu mencapai 450 mg per liter.

Baca: Akhirnya Presidium Gatot Nurmantyo Dukung Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019, Ini Alasannya

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) SCTV Timnas U-23 Indonesia vs Uni Emirat Arab Asian Games 2018

Padahal, kadar yang diperbolehkan berdasarkan Pereturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/Per/4/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, hanya 250 mg per liter.

Alhasil, agar kualitas bahan baku air tidak di atas baku mutu, PDAM Bandarmasih melakukan pencampuran air dari IPA 2 Pramuka yang bersumber dari Intake Sungaitabuk ke IPA 2 A Yani.

Intrusi air asin ke Sungaibilu bukan perkara baru bagi PDAM Bandarmasih, Setiap tahun fenomena ini selalu terjadi. Terparah, pada 2015 lalu saat kemarau panjang melanda Kalimantan Selatan. Intrusi air laut di atas 2.000.

Baca: Andai Habib Rizieq Dukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019, PAN Tak Gunakan Politik Identitas

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018 Usai Emas dari Panjat Dinding, Indonesia No 5

“Kalau intrusinya di atas 700 tentu akan kami matikan IPA 1 A Yani. Karena jika lebih dari setengahnya mencampur air, tentu tidak akan efektif,” beber Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Supian.

Di Intake Sungai Bilu air yang diolah IPA 1 A Yani sebanyak 1.800 meter kubik per jam. Melayani Banjarmasin Barat, Utara, dan Tengah sebagian sebanyak 70 ribu pelanggan.

Sedangkan di Intake Sungaitabuk  air yang diolah IPA 2 Pramuka sebanyak 4.500 meter kubik per jam melayani Banjarmasin Tengah, Timur, Selatan, dan Utara sebanyak 100 ribu pelanggan.

Baca: BUMN PT WIKA Beton Membuka Lowongan Kerja, Simak Cara Syarat dan Cara Pendaftarannya

Baca: Buka-bukaan Nikita Mirzani Soal Richard Muljadi, Cucu Kongklomerat yang Tertangkap Isap Kokain

Jika Intake Sungai Bilu dimatikan, jelas berkurang debit air yang akan diterima oleh pelanggan. Supian memprediksi debit air akan berkurang 30 persen.

Debit air berkurang tak hanya diterima oleh pelanggan yang hanya dialiri dari IPA 1 A Yani saja. Tetapi juga seluruh Banjarmasin. Sebab, PDAM Bandarmasih akan membagi suplai air dari IPA 2 Pramuka ke IPA 1 A Yani.

“Semua akan dapat air, hanya saja air yang mengalir tidak deras. Itu kalau Intake Sungai Bilu dimatikan. Kami berharap intrusi air laut ini tidak lama.,” harapnya. (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved