Berita Banjarmasin

Intrusi di Sungai Bilu Masih Terjadi, Warga Banjarmasin Bersiap Hadapi Krisis Air Bersih

Intrusi (percampuran air laut dengan air sungai) masih terjadi di Banjarmasin hingga saat ini. Bahkan, angkanya juga

Intrusi di Sungai Bilu Masih Terjadi, Warga Banjarmasin Bersiap Hadapi Krisis Air Bersih
web
ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Intrusi (percampuran air laut dengan air sungai) masih terjadi di Banjarmasin hingga saat ini.

Bahkan, angkanya juga tak jauh berbeda dengan kemarin.

Jika intrusi terus berlanjut, Kota Banjarmasin terancam krisis air bersih.

Sebab, air di Sungai Bilu sebagai bahan baku utama air bersih di Banjarmasin sudah tercampur dengan air laut.

Kadar tertinggi asin air sungai di Intake Sungai Bilu tertinggi masih di angka 450 mg per liter per Jumat (24/8/2018).

Baca: Uang Gratifikasi Zumi Zola Juga Digunakan Untuk Belanja Online Istrinya, Capai 35 Juta Lebih

Padahal, kadar yang diperbolehkan berdasarkan Pereturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/Per/4/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, hanya 250 mg per liter.

Agar baku mutu air berada tidak melampaui batas baku mutu yang ditentukan Permenkes.

Baca: Kesal, Penumpang Wanita Ini Nekat Sopir Sendiri Bus, Dia Ancam Bongkar Kebobrokan Sopir

PDAM Bandarmasih mencampur air di IPA 1 Banjarmasin dengan air dari IPA 2 yang berasal dari Sungai Tabuk,

“Kalau intrusinya di atas 700 tentu akan kami matikan IPA 1 A Yani. Karena jika lebih dari setengahnya mencampur air, tentu tidak akan efektif,” ujar Humas PDAM Bandarmasih, Wajib

Baca: Rizieq Shihab Ultah ke 53 Tahun, Fadli Zon Pun Ikut Berdoa, Begini Isinya

Di Intake Sungai Bilu air yang diolah IPA 1 A Yani sebanyak 1.800 meter kubik per jam. Melayani Banjarmasin Barat, Utara, dan Tengah sebagian sebanyak 70 ribu pelanggan.

Sedangkan di Intake Sungai Tabuk air yang diolah IPA 2 Pramuka sebanyak 4.500 meter kubik per jam melayani Banjarmasin Tengah, Timur, Selatan, dan Utara sebanyak 100 ribu pelanggan.

(Banjarmasinpost.co.id/EkaPertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help