Berita Kotabaru

Perubahan Musim, PDAM Kotabaru Distribusikan Air Bergilir

Beberapa wilayah terkena pendistribusian air bergilir, mereka pelanggan terlayani instalasi pengolahan air (IPA) Gunung Perak

Perubahan Musim, PDAM Kotabaru Distribusikan Air Bergilir
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Direktur PDAM Kotabaru, Noor Ipansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Dampak musim kemarau mulai terasa. Bahkan dampak dari perubahan musim, ini memaksa perusahaan daerah air minum (PDAM) Kotabaru melakukan penggliran distribusi air bersih ke pelanggan.

Beberapa wilayah terkena pendistribusian air bergilir, mereka pelanggan terlayani instalasi pengolahan air (IPA) Gunung Perak dan Gunung Pemandangan.

Diantaranya wilayah terdampak langsung musim kemarau tersebut, untuk layanan IPA Gunung Perak meliputi wilayah jalan Putri Zaleha, SMP 5, Teluk Bayur, Panorama Kenanga, dan jalan Simpang Karya.

Baca: Akhirnya Presidium Gatot Nurmantyo Dukung Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019, Ini Alasannya

Sedangkan wilayah layanan IPA Gunung Pemandangan meliputi wilayah, jalan Jend Sudirman, Selamet Riyadi, Yos Soedarso, Sisingamangaraja, Pangeran Kacil, Pangeran Kesuma Negara dan sebagian wilayah jalan H Agussalim.

Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah mangatakan, distribusi air bersih bergiliran diberlakukan mulai hari ini, Jumat (24/8/2018). Selain untuk pelanggan wilayah layanan IPA Gunung Perak dan Gunung Pemandangan.

Baca: Rekap Hasil Bulutangkis Perseorangan Asian Games 2018 untuk Lima Wakil Indonesia, Kamis (23/8/2018)

Sebagian pelanggan wilayah layanan IPA Gunung Rely, mengalami masalah dalam pendistribusian. Karena berkurangnya tekanan, membuat air tidak normal mengalir.

Menurut Ipansyah, tidak menutup kemungkinan pelanggan di wilayah perkotaan dari layanan IPA Gunung Rely, juga mengalami pendistribusian air bersih bergilir.

Baca: Jadwal & Live Streaming MotoGP Inggris 2018, Hari Ini Mulai Latihan Bebas 1 & 2, Sore Ini Balapan

Dipastikan penggiliran distribusi air bersih terjadi secara masif di wilayah kecamatan Pulaulaut Utara jumlah pelanggannya lebih kurang 18 ribu. Jika dalam sebulan terakhir hujan intensitas tinggi tidak lagi mengguyur wilayah Kotabaru.

Pasalnya, selain mengecilnya aliran sungai sumber air baku IPA. Dalam berapa terakhir air baku di embung Gunung Ulin terus menyusut rata-rata 10 sentimeter dari kapasitas normal yaitu 600 sentimeter perhari.

Ditambahkan Ipansyah, penyusutan air baku embung Gunung Tirawan rata-rata 10 sentimeter perhari, dipastikan hanya bertahan satu bulan apabila hujan tidak lagi mengguyur.

"Kalau air baku tersisa hanya satu meter, terpaksa digilir. Kan kalau sisa satu meter sudah tidak bisa disedot," ujar Ipansyah kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (24/8/2018).

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help