Berita Hulu Sungai Tengah

Kejar Titik Api, Tim Penanggulangan Karhutla Jalan Kaki Dua Kilometer di Panggangmarak

Pembakaran lahan di kabupaten Hulu Sungai Tengah, menimbulkan sejumlah titik api yang terdeteksi satelit.

Kejar Titik Api, Tim Penanggulangan Karhutla Jalan Kaki Dua Kilometer di Panggangmarak
istimewa
Tim penanggulangan Karhutla saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Desa Panggangmarak, Kecamatan Labuanamas Selatan, HST 7 Agustus 2018 lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pembakaran lahan di kabupaten Hulu Sungai Tengah, menimbulkan sejumlah titik api yang terdeteksi satelit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana HST, Ali Fahmi menyebut, kurun waktu 7 Agustus hingga 21 Agustus telah ditemukan 23 titik api, di sejumlah lokasi, yaitu di Kecamatan Labuanamas Selatan, Labuanamas Utara, Limpasu, Haruyan. Dan Hantakan.

Adapun titik api yang ditemukan setelah dilakukan pemantauan di lapangan, berasal dari pembakaran ladang untuk menanam padi oleh warga Dayak Meratus di daerah pegunungan, dan pembakaran lahan untuk bertani padi di daerah bawah atau sawah serta pembukaan lahan untuk berkebun jagung dan kacang oleh petani di lahan rawa.

Baca: Terungkap Alasan Wasit Shaun Evans Usir Asisten Pelatih Bima Sakti Saat Timnas U-23 Indonesia vs UEA

Baca: Soroti Indonesia VS UEA di Asian Games, Darius Sinatrya Sebut Wasit Shaun Evans Dikasih Hotel Jelek

"Bersama TNI, Polri, Tim relawan dari Balakar 654 Murakata, Orari serta Public Safety Center 119 Murakata terus melakukan patroli, khususnya saat ada titik api, kami langsung menurunkan tim mendatangi lokasi," kata Ali Fahmi.

Dijelaskan, untuk titik api di wilayah pegunungan Meratus, berasal dari aktivitas membakar ladang untuk bercocok tanam padi, yang merupakan tradisi budaya setempat turun temurun.

Namun, saat proses pembakaran, mereka mengendalikan api dengan cara tak meninggalkan lokasi dan membuat pembatas, agar api tak menjalar ke lahan lain.

Baca: Hotman Paris Bongkar Malam Pertama Dewi Perssik dengan Saipul Jamil, Depe : Malam Pertama Nangis

Baca: Usai Anthony Ginting, Perlakukan Pebulutangkis China Shi Yuqi Pada Jonatan Christie Jadi Sorotan

"Cara ini memang tak membahayakan, karena tak berdampak luas. Meski demikian, kami tetap lakukan pembinaan, dengan meminta pembakaran tak dilakukan serempak agar tak menimbulkan kabut asap dalam jumlah besar,"kata Ali.

Sedangkan titik api di daerah bawah, atau lahan rawa terjadi karena para petani kacang dan jagung, dan palawija juga membuka lahan dengan cara membakar, dan dari hasil temuan temuan tim di lapangan tak ditemukan pemilik lahannya.

Seperti terjadi di Desa PanggangMarak, Kecamatan Labuanamas Selatan. Saat ditemukan titik api pada 7 Agustus lalu, BPBD Bersama TNI/Polri dan para relawan anggota tim penanggulangan Karhutla dibantu kepala desa dan pihak kecamatan, mengejar titik lokasi yang ternyata tak bisa langsung dijangkau sepeda motor.

Baca: Ayu Ting Ting Ditanya Raffi Ahmad Kapan Menikah Lagi, Jawabannya Bikin Raffi Terdiam

"Kami harus berjalan kaki sekitar dua kilometer, dan langsung menemukan lahan yang sedang terbakar, namun ditinggalkan oleh pemiliknya. Beruntung tak sampai merembet luas, dan api berhasil dipadamkan menggunakan semprotan air yang dibawa menggunakan tas punggung khusus berisi air sekitar 20 liter,"kata Arif, salah satu relawan yang ikut memadamkan api.

Dijelaskan, pembersihan lahan dilakukan petani setempat untuk berkebun jagung dan kacang serta tamanan palawija lainnya.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help