Tajuk

Kota Ramah Disabilitas

Hak penyandang disabilitas telah diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Kota Ramah Disabilitas
net
difabel 

DIFABEL atau disabilitas adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Ini fenomena kompleks yang mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat tempat dia tinggal.

Hak penyandang disabilitas telah diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Penyandang Disabilitas. Di Kalimantan Selatan (Kalsel) juga diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalsel Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Penyandang Disabilitas.

Salah satunya adalah fasilitas umum untuk penyandang disabilitas yakni trotoar. Ini adalah sarana bagi pejalan kaki. Namun, masih sedikit trotoar yang ramah bagi warga penyandang disabilitas.

Di Kota Banjarmasin, satu di antara trotoar yang ramah bagi penyandang disabilitas adalah trotoar di Jalan Belitung Laut. Trotoar setempat diresmikan tahun 2016 lalu dan merupakan trotoar pertama di Banjarmasin yang ramah disabilitas.

Trotoar ramah bagi penyandang disabilitas itu terbentang dari muara Jalan Belitung hingga depan Pasar Kalindo, Belitung Darat. Batas trotoar sampai pos polisi Pasar Lalindo, sisanya tidak ada jalur trotoar disabilitas. Hanya trotoar biasa yang membentang sampai sebelum pertigaan Jembatan Belitung.

Trotoar kedua yakni mulai dari Mesjid Al Mujahidin hinga simpang empat Jalan Belitung-Jalan S Parman. Namun sangat disayangkan, bagi penyandang disabilitas, trotoar itu belum begitu membantu.

Mengapa? Kaena kondisi jalannya yang terlalu terjal. Menyulitkan pemakai kursi roda untuk mengendalikan seorang diri, mereka harus dibantu orang lain dulu untuk naik.

Bagaimana tanggapan pemerintah? Baru-baru ini, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina bersama pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin menggelar rapat membahas pengerjaan trotoar di Jalan A Yani sepanjang dua kilometer di bagian kiri dan kanan jalan.

Sepertinya harapan penyandang disabilitas di Kota Banjarmasin untuk mendapatkan akses layanan publik mumpuni seperti trotoar tercapai. Rencanamya awal pembangunan trotoar di Jalan A Yani dari pertigaan Jalan Kolonel Sugiono dan Jalan A Yani, masih akan mempertahankan beberapa pohon di sana.

Bahkan, guiding block untuk disabilitas tuna netra di buat mengitari pohon. Semoga saja langkah ini akan diikuti dengan pembangunan fasilitas umum lainnya, tak hanya trotoar. Bagaimana pun kaum disabilitas adalah warga negara yang berhak mendapatkan perlakuan dan pelayanan yang sama. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help