Saraba Kawa

Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional, Tanam 300 Bibit Pohon Bambu di Pinggiran Sungai

Menjaga daerah pinggiran sungai dilakukan dengan ditanamnya ratusan bibit bambu di Desa Garagata, kecamatan Jaro, Tabalong, Sabtu (25/8/2018).

Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional, Tanam 300 Bibit Pohon Bambu di Pinggiran Sungai
istimewa/diskominfo
Penanaman bibit bambu di Desa Garagata dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasiona 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Menjaga daerah pinggiran sungai dilakukan dengan ditanamnya ratusan bibit bambu di Desa Garagata, kecamatan Jaro, Tabalong, Sabtu (25/8/2018).

Penanaman bambu ini dilakukan Pemkab Tabalong dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabalong bersama Kodim 1008 Tanjung, masyarakat sekitar dan didukung Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN).

"Penanaman bambu ini dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN)," kata Kepala DLH Tabalong, Rowi Rawatianice.

Menurutnya dalam penanaman ini ada disiapkan 300 bibit pohon bambu kerjasama dengan YABN yang membina warga sekitar untuk melakukan pembibitan.

Penanaman bibit bambu di Desa Garagata dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional

Penanaman bibit bambu di Desa Garagata dalam rangka peringatan Hari Konservasi

Alam Nasional (istimewa/diskominfo)

Selain bambu ada juga partisipasi spontan dari warga yang membawa beberapa jenis bibit pohon untuk di tanam.

Bibit bambu sendiri dipilih untuk ditanam di pinggiran sungai karena manfaat sangat bagus untuk konservasi aliran sungai.

"Target kita semua pinggiran sungai, tahap awal di Garagata setelah ini Sungai Banua Rantau," katanya.

Sementara itu Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Pemkab Tabalong, Hj Hamidah Munawarah, mengatakan, penanaman bambu ini sangat tepat karena bambu sangat banyak manfaatnya.

Penanaman bibit bambu di Desa Garagata dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional

Penanaman bibit bambu di Desa Garagata dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam

Nasional (istimewa/diskominfo)

Selain dijadikan sebagai tanaman konservasi lingkungan diantaranya untuk penahan erosi guna mencegah bahaya banjir, akar bambu juga mampu menyerap air.

"SeIain itu bambu juga mudah ditanam dan tidak memerlukan pemeliharaan khusus. Masa pertumbuhannya relatif cepat," katanya.

Berbagai keistimewaan itu, membuat bambu sangat sesuai dijadikan sebagai tanaman penting untuk mendukung berbagai upaya konservasi lingkungan di Indonesia, termasuk di Tabalong. (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help