Berita Jakarta

Susi Pudjiastuti Dapat Gelar Kehormatan Suku Dayak Kenyah, Ternyata Ini Jasa Sang Menteri

Meski banyak pro dan kontra di awal pelantikannya sebagai Menteri, namun beliau berhasil membuktikan dengan prestasi cemerlangnya.

Susi Pudjiastuti Dapat Gelar Kehormatan Suku Dayak Kenyah, Ternyata Ini Jasa Sang Menteri
Kompas.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti menjadi salah satu penampil khusus membawakan baju rancangan Anne Avantie di Indonesia Fashion Week, Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (29/3/2018). Peragaan busana dengan tema Sekarayu Sriwedari ini menampilkan busana 29 tahun Anne Avantie berkarya sebagai perancang busana.(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO) 

Sedangkan ‘Cerah’ melambangkan kebersihan dan kejernihan hati dalam membangun masyarakat.

Selain itu, ia berpendapat Menteri Susi pantas menerima gelar kehormatan tersebut karena kepedulian dan kecintaannya terhadap masyarakat Dayak.

“Harapan kami warga Dayak kepada Ibu Susi agar beliau terus bersemangat membangun bangsa kita di seluruh nusantara ini. Kami terus mendoakan beliau, mendukung beliau tetap kuat, tetap sehat, dan semangat untuk mengabdi bagi bangsa dan masyarakat kecil,” pungkasnya.

Nadine Pascale Kaiser Pudjiastuti dan Menteri Susi Pudjiastuti
Nadine Pascale Kaiser Pudjiastuti dan Menteri Susi Pudjiastuti (instagram)

Sementara itu, Menteri Susi sangat berterima kasih atas pemberian gelar kehormatan dan penerimaan warga Dayak terhadapnya.

“Saya ucapkan terima kasih, ini kehormatan yang sangat luar biasa. Semoga saya terus diberi kesempatan, diberi kekuatan untuk bisa terus membantu dengan penerbangan atau apapun kerja yang bisa saya sumbangkan untuk membantu masyarakat di wilayah Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Menteri Susi juga sedikit mengisahkan awal mula penerbangan Susi Air dirintis di Kaltim.

Menurutnya, awalnya Susi Air hanya membantu mengisi kekosongan penerbangan di Samarinda dan Nunukan saat terjadi kerusuhan di bandara.

Setelah bekerja sama dengan Pemda setempat, mulailah Susi Air merintis penerbangan di wilayah Kaltim bahkan hingga wilayah pedalaman dan perbatasan yang sulit dijangkau.

“Waktu kerusuhan di Tarakan, pilot saya memang sudah tidak ada lagi penerbangan, tapi tetap terbang khusus untuk menerbangkan nasi bungkus dari Nunukan dan Malinau untuk menyuplai saudara-saudara kita yang ada di airport Tarakan,” kenangnya.(*)

Editor: Didik Trio
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved