Pilpres 2019

Disarankan Jadi Gerakan Dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019, Ini Penjelasan Projo

Maraknya kampanye #2019GantiPresiden yang terjadi akhir pekan ini semakin tidak relevan dan jauh dari semangat membangun demokrasi

Disarankan Jadi Gerakan Dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019, Ini Penjelasan Projo
tribunnews.com
Sekjen Partai Keadilan Sejahteran (PKS) Mardani Ali Sera menjadi deklarator dalam aksi Deklarasi Akbar Relawan Nasional #2019GantiPresiden di depan Patung Kuda, kawasan Monas, Jakarta, Minggu (6/5/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Maraknya kampanye #2019GantiPresiden yang terjadi akhir pekan ini semakin tidak relevan dan jauh dari semangat membangun demokrasi guna memperkuat sistem presidensial dan memanjukan bangsa.

Harusnya kampanye #2019GantiPresiden harusnya bersabar dan menghormati proses demokrasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

 "Gerakan ganti Presiden makin enggak relevan. Yang mengangkat dan memberhentikan Presiden itu rakyat. Tunggu saja tanggal 17 April 2019. Karena itulah pesta kedaulatan rakyat. Kita tunggu rakyat membuat keputusan," Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Minggu (26/8/2018).

Ditambah lagi, penetapan calon resmi KPU baru akan diumumkan pada 21 September 2018.

Sejauh ini ada dua paslon yang mendaftar ke KPU, yakni Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

"Kita tunggu saja penetapan calon resmi KPU 21 September 2018. Kalau mau menghormati proses demokrasi kita tunggu saja dari KPU. Kecuali punya agenda lain. Mengalihkan isu uang mahar misalnya," jelasnya.

Memang kata dia, setiap warga negara boleh dan berhak menyalurkan aspirasi politiknya. Demokrasi menjamin itu.

"Tapi kalau provokasi dan menghasut pasti akan menimbulkan perlawanan. Kenapa sih Gerakan Ganti Presiden nggak jadi Gerakan dukung Prabowo - Sandi saja? Toh masyarakat kan sudah cerdas dan tahu bahwa para penggeraknya hampir seluruhnya pendukung Prabowo-Sandi," jelas Budi.

Lebih jauh dari itu, dia menegaskan pada 2019 mayoritas rakyat masih menghendaki perubahan dan kerja nyata Jokowi.

"Karena Anda bisa membeli apapun dengan uang Anda. Tapi anda tidak bisa membeli pikiran, hati dan harapan rakyat," tegas Budi.

Sebelumnya, gerakan #2019GantiPresiden mendapat penolakan. Gerakan itu juga sempat dilarang digelar oleh kepolisian.

Salah satunya, ratusan massa yang menolak acara Deklarasi Ganti Presiden 2019 di Surabaya, Jawa Timur, sampai turun ke jalan pada Minggu pagi. Mereka mengepung Hotel Majapahit Surabaya di Jalan Tunjungan tempat Ahmad Dhani menginap.

Pun demikian Neno Warisman mengalami insiden penolakan di Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8/2018).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Projo: Mayoritas Rakyat Masih kehendaki Perubahan dan Kerja Nyata Jokowi

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved