Berita Banjarmasin

Intrusi Terus Naik Hingga 818 Mg, Intake Sungai Bilu Mulai Dimatikan

Warga Banjarmasin harus bersiap untuk menghadapi krisis air. Sebab, intrusi (percampuran air laut dengan air sungai) di Sungaibilu terus naik.

Intrusi Terus Naik Hingga 818 Mg, Intake Sungai Bilu Mulai Dimatikan
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Warga Banjarmasin harus bersiap untuk menghadapi krisis air. Sebab, intrusi (percampuran air laut dengan air sungai) di Sungaibilu terus saja naik.

Sejak Sabtu (25/8/2018) intrusi tertinggi mencapai 921 miligram per liter pada pukul 10.00 Wita dan ketinggian air mencapai 300 sentimeter.

Minggu (26/8/2019) intrusi juga masih terjadi. Pada pulul 11.00 Wita kadar garam di intake Sungai Bilu di angka 818 miligram per liter dengan ketinggian air 300 sentimeter.

Baca: Update Balapan MotoGP Inggris 2018 yang Ditunda Karena Hujan di Sirkuit Silverstone

Baca: Pemuda Kelayan Ini Nekat Kampak Kepala Temannya Hanya Karena Nasi Bungkus

Padahal, kadar yang diperbolehkan berdasarkan Pereturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/Per/4/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, hanya 250 miligram per liter.

Karena baku mutu air sudah melampaui batas yang ditentukan Permenkes, PDAM Bandarmasih mulai mematikan intake Sungaibilu ketika intrusi di atas 700 miligram per liter.

“Karena tidak efesien untuk melakukan pencampuran air, makanya kami matikan,” ujar Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Supian.

Baca: Hasil Perorangan Bulutangkis Asian Games 2018 - Greysia/Apriyani Raih Perunggu Lawan Wakil Jepang

Baca: Deklarasi Dinilai Kegiatan Kampanye, Perludem : Bukti Lemahnya Aturan Pemilu Indonesia

Meski sempat mati, ternyata intake Sungaibilu kembali difungsikan pada pukul pukul 15.00 Wita. Sebab, kadar garam turun menjadi 166 miligram per liter di ketinggian air 265 sentimeter.

Menurut Supian, agar baku mutu air berada tidak melampaui batas baku mutu yang ditentukan Permenkes. PDAM Bandarmasih mencampur air di IPA 1 Banjarmasin dengan air dari IPA 2 yang berasal dari Sungaitabuk.  

Baca: Lalu Muhammad Zohri Melaju ke Final Lari 100 Meter Asian Games 2018, Gaya Lari Disebut Mirip Cheetah

Baca: Komentar Mantan Ketua MK Terkait Penolakan Aksi #2019GantiPresiden, Jimly : Polisi Hati-hati

“Kalau intrusinya di atas 700 tentu akan kami matikan IPA 1 A Yani. Karena jika lebih dari setengahnya mencampur air, tentu tidak akan efektif. Tapi matinya hanya saat kadar garam tinggi, jika masih sesuai batas baku mutu, intake Sungaibilu tetap berfungsi,” jelasnya.

Di Intake Sungaibilu air yang diolah IPA 1 A Yani sebanyak 1.800 meter kubik per jam. Melayani Banjarmasin Barat, Utara, dan Tengah sebagian sebanyak 70 ribu pelanggan.

Sedangkan di Intake Sungaitabuk  air yang diolah IPA 2 Pramuka sebanyak 4.500 meter kubik per jam melayani Banjarmasin Tengah, Timur, Selatan, dan Utara sebanyak 100 ribu pelanggan.

(banjarmasinpost.co. id/EkaPertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help