Haji 2018

Jemaah Haji Sakit Diprioritaskan Pulang Lebih Awal ke Tanah Air, Gelombang Pertama 6.026 Jemaah

Pihaknya akan menyisir kekosongan kursi pada jemaah yang akan pulang pada kloter-kloter awal untuk diisi tempatnya oleh jemaah sakit.

Jemaah Haji Sakit Diprioritaskan Pulang Lebih Awal ke Tanah Air, Gelombang Pertama 6.026 Jemaah
kemenag.go.id/mch
Sejumlah jemaah sakit yang dirawat di KKHI Makkah siap diberangkatkan safari wukuf beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JEDDAH -- Pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama ke Tanah Air dimulai Senin (27/8/2018) pukul 08.15 Waktu Arab Saudi. Total jemaah yang diangkut pada gelombang pertama tersebut mencapai 6.026 jemaah.

Dilansir dari website kemenag.go.id, jemaah haji Indonesia yang menderita sakit di Tanah Suci akan diprioritaskan kepulangannya ke Tanah Air. Keberangkatan mereka akan disesuaikan dengan ketersediaan kursi pada kloter-kloter awal kepulangan.

“Jemaah yang sakit tentu mendapat prioritas kepulangan ke Tanah Air lebih cepat dan masuk dalam kategori jemaah tanazul,” kata Kepala Daker Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsyad Hidayat, Ahad (26/08), kepada tim Media Center Haji (MCH) Daker Bandara.

Ia mengatakan, pihaknya akan menyisir kekosongan kursi pada jemaah yang akan pulang pada kloter-kloter awal untuk diisi tempatnya oleh jemaah sakit yang akan dipulangkan.

Baca: Pulang dari Melontar Jumrah di Mina, Jemaah Haji Indonesia Diturunkan Paksa di Jalan

Baca: Senin (27/8), Jemaah Haji Indonesia Mulai Pemulangan ke Tanah Air, Ini Kloter Pertama Diberangkatkan

Kekosongan kursi rombongan jemaah yang pulang ke Tanah Air dimungkinkan karena ada anggota kelompok terbang bersangkutan meninggal dunia atau berhalangan pulang bersama rombongan mereka. Menurut Arsyad, nantinya jemaah sakit yang akan dipulangkan pada gelombang pertama ini akan didorong dari lokasinya dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah atau rumah sakit Arab Saudi ke KKHI Jeddah di Madinatul Hujjaj.

Di KKHI Jeddah akan ada proses stabilisasi terlebih dahulu. Bila dinyatakan bisa terbang, jemaah akan langsung diberangkatkan ke Bandara King Abdulaziz Jeddah. Akan ada pemeriksaan terakhir dari pihak kesehatan bandara  menjelang naik pesawat. “Pihak bandara dan maskapai ingin memastikan bahwa jemaah sakit tersebut tidak bermasalah selama dalam perjalanan," kata Arsyad.

Petugas kesehatan juga nantinya akan mengobservasi apakah jemaah bersangkutan perlu dibaringkan selama penerbangan atau cukup dengan kursi tunggal. Hal tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pihak Daker Bandara guna memastikan ketersediaan tempat duduk.

Baca: Balapan MotoGP Inggris 2018 Terancam Batal, Ini Deadline Jadwal di Sirkuit Silverstone yang Ditunda

Baca: Update Perolehan Medali Asian Games 2018 - Indonesia Tambah Medali Perak dan Perunggu dari Atletik

Pada akhir pemulangan jemaah ke Indonesia, ketika penerbangan ke debarkasi tertentu sudah habis, ada kemungkinan jemaah sakit tak tiba di bandara tempatnya berangkat. Pihak Kementerian Agama, imbuh Arsyad, akan memfasilitasi kepulangannya ke bandara tujuan.

Sejauh ini, KKHI Makkah mencatat, telah melayani sebanyak 2.264 jemaah haji. "Dari jumlah itu, yang sempat dirawat sebanyak 654 jemaah dan yang masih dirawat sampai saat ini sebanyak 288 jemaah,"  ujar Kepala KKHI Makkah dr. Nirwan Satriya, Ahad (26/08). Sedangkan yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi sebanyak 102 jemaah. Sementara jumlah jemaah yang wafat di Tanah Air hingga Ahad (26/8) tercatat sebanyak 160 jemaah.(kemenag.go.id/MCH)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved