Pilpres 2019

Komentar Mantan Ketua MK Terkait Penolakan Aksi #2019GantiPresiden, Jimly : Polisi Hati-hati

Sejumlah aksi #2019GantiPresiden mengundang reaksi masyarakat di beberapa daerah.

Komentar Mantan Ketua MK Terkait Penolakan Aksi #2019GantiPresiden, Jimly : Polisi Hati-hati
kompas.com
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejumlah aksi #2019GantiPresiden mengundang reaksi masyarakat di beberapa daerah. 

Sampai saat ini aksi tersebut masih jadi perdebatan oleh sejumlah kalangan. Beragam pandangan disampaikan terkait melanggar atau tidak aksi ini dalam pemilu.

Baca: LIVE STREAMING Trans7 MotoGP Inggris 2018 - Link Live Streaming Trans 7 Mulai 17.00 WIB

Namun mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menyebut kampanye tersebut sama dengan menyebar kebencian terhadap presiden yang sedang menjabat, yakni Joko Widodo.

Hal itu dikatakan Jimly Asshiddiqie dalam akun Twitter @JimlyAs.

Dalam akun media sosial itu, Jimly menyebut bahwa gerakan itu jelas menyebar kebencian kepada Presiden yang sedang menjabat, sebelum waktu kampanye pilpres yang resmi.

Baca: Hasil Perorangan Bulutangkis Asian Games 2018 - Kalahkan Wakil Malaysia, Fajar/Rian ke Semifinal

Meski demikian, menurut Jimly, penegak hukum yang menangani gerakan #2019GantiPresiden itu perlu bersikap hati-hati.

Polisi diminta mengedepankan netralitas dalam penegakkan hukum. "Ya, tapi aparat negara seperti Polri juga harus mampu memperlihatkan diri benar-benar jadi alat negara yang adil dan tidak memihak," kata Jimly kepada Kompas.com, Minggu (26/8/2018).

Sebelumnya, gerakan #2019GantiPresiden mendapat penolakan. Gerakan itu juga sempat dilarang digelar oleh kepolisian.

Baca: Hotman Paris Tanyakan Operasi Keperawanan Dewi Perssik, Mantan Istri Saipul Jamil Ini Buka-Bukaan

Salah satunya, ratusan massa yang menolak acara Deklarasi Ganti Presiden 2019 di Surabaya, Jawa Timur, sampai turun ke jalan pada Minggu pagi.

Mereka mengepung Hotel Majapahit Surabaya di Jalan Tunjungan tempat Ahmad Dhani menginap.

Massa sengaja menggelar aksi di depan hotel tersebut untuk menghadang agar Ahmad Dhani tidak bisa keluar dan bergabung dengan massa aksi deklarasi.

Baca: Mytha Lestari Ngamuk Instagramnya Diserang Balajaer Sampai Dibanding-bandingkan dengan Ayu Ting Ting

Sebelumnya, gerakan serupa yang dipimpin oleh aktivis Neno Warisman di Bandara Hang Nadim, Batam, juga mendapat penolakan dari masyarakat.

Terakhir, Neno juga ditolak sekelompok orang ketika hendak melakukan aksi di Pekanbaru, Riau.

Setelah tertahan lebih kurang delapan jam di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, akhirnya Neno kembali ke Jakarta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jimly: Kampanye Ganti Presiden Menyebar Kebencian"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help