Kalsel Rawan Kebakaran Hutan

Lahan yang Terbakar Rata-rata Semak Belukar, Minim Sektor Perkebunan dan Kehutanan

Karhutla yang terjadi di Kalsel ditangani dengan baik oleh Tim Satgas Karhutla.

Lahan yang Terbakar Rata-rata Semak Belukar, Minim Sektor Perkebunan dan Kehutanan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Karhutla yang terjadi di Kalsel ditangani dengan baik oleh Tim Satgas Karhutla.

"Kita termasuk dalam penanganan karhutla terbaik. Tanpa helikoper pun jauh lebih baik dari Kalteng. Kalau Kalteng, di kotanya sudah asap banget," kata Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin, Sabtu (25/8).

Berdasarkan data, kata Wahyuddin, luasan lahan yang terbakar minim di sektor perkebunan dan kehutanan.

“Rata-rata yang terbakar adalah lahan area penggunaan lain (APL) alias semak belukar,” ujarnya.

Menurut Wahyuddin, dari 1 Januari sampai 25 Agustus 2018 terjadi 392 kali kebakaran, dengan total luas lahan terbakar 1.371,9 Hektare.

Baca: Bahas Ayu Ting Ting Raffi Ahmad Hanya Melet, Pakar Ekspresi Sebut Nagita Slavina Lelah

"Sejauh ini ada dua lahan yang rata-rata terbakar, yakni lahan APL atau semak belukar biasa dan semak belukar yang gambut," ujarnya.

Wahyudin mengatakan kondisi musim puncak kemarau sedang dihadapi dan Tim Satgas Karhutla berkerja dengan baik.

“Kendalanya memang ada. Ini terjadi di daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh alat pemadam dari satgas darat. Seperti yang terjadi di Daha dan Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Baca: Fariz RM Bohong, Narkoba Lagi Narkoba Lagi, Istri dan Anak Kembarnya Sudah Lelah

Karena ada daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh alat pemadam dari satgas darat itulah, lanjut Wahyuddin, Tim Satgas Karhutla memerlukan helikopter untuk bom air.

“Karena helikopter belum datang, maka penanganannya kami serahkan ke Satgas Doa untuk minta hujan. Alhamdulillah hari ini (Sabtu) ada hujan kecil dan hujan lokal. Helikopter pengebom air informasinya sudah menuju ke Banjarmasin dari Palembang. Mudah-mudahan bisa segera stanby di Banjarmasin dan melakukan pengebomam air," ujarnya.

Selain sarana helikopter untuk bom air, Kalsel sudah mengajukan pesawat untuk Tenologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Baca: Beda dengan Saipul Jamil, Dewi Perssik Servis Habis-habis Suami Barunya, Angga Kepedesan

"Kalsel Masih belum masuk prioritas untuk TMC. Karena itu pesawatnya masih dipakai di Palembang dalam rangka mengamankan Asian Games," ujarnya.

Mantan kepala BKD Banjarbaru itu menjelaskan, setelah Asian Games selesai pesawat TMC akan digeser ke Kalsel.

"Hujan lokal yang terjadi bukan karena modifikasi cuaca, melainkan hujan musim kemarau. Intensitasnya sangat lokal dan sedikit. Kalau hujan modifikasi beda. Biasanya intensitasnya cukup tinggi. Mudahan hujan akan terjadi di Kalsel. Kita sudah minta dalam permohonan untuk memodifikasi cuaca," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved