Berita Kabupaten Banjar

Petani Kahelaan Berhasil Kembangkan Bawang Merah, Begini Caranya

Meski baru ujicoba, namun hasil yang diperoleh petani bawang merah Desa Kahelaan cukup menggembirakan.

Petani Kahelaan Berhasil Kembangkan Bawang Merah, Begini Caranya
Istimewa
Petani Desa kahelaan Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banja berhasil mengembangkan tanaman bawang merah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Petani Desa kahelaan Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel berhasil mengembangkan tanaman bawang merah. Bawang merah varietas Brebes tersebut berhasil tumbuh subur di lahan perbukitan, dan ditanam di saat musim kemarau.

Meski baru ujicoba, namun hasil yang diperoleh petani bawang merah Desa Kahelaan cukup menggembirakan. Dari lahan satu hektare, berhasil panen sekitar enam ton, dengan waktu tanam 65 hari.

"Seandainya, bisa dipertahankan hingga 75 hari kami yakin hasilnya akan lebih banyak,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten banjar, Mochammad Fachry di Martapura, Minggu (2/8).

Baca: Jadwal Live Indosiar Perorangan Asian Games 2018 Minggu 26 Agustus, Marcus/Kevin vs Malaysia

Dia juga mengatakan, dengan hasil ini pun sudah sangat menggembirakan. Berdasarkan informasi petani lanjutnya, modal yang dikeluarkan untuk menanam bawang di lahan 1 hektare sebesar Rp 50.560.000.

Bawang merah dijual di tingkat petani seharga Rp15.000 per kilogram, sehingga potensi penghasilan Rp 90.000.000.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans 7 MotoGP Inggris 2018 Minggu 26 Agustus 2018

Sebelumnya Dinas TPH kabupaten banjar beberapa kali mengalami kegagalan mengembangkan tanaman bawang merah, karena cuaca. Pihaknya akan menyampaikan keberhasilan panen bawang merah di Desa Kahelaan ini kepada Dinas tanaman Pangan dan Holtikuluta Provinsi Kalsel, agar nantinya bisa menyokong pengembangan bawang merah di Kabupaten Banjar.

Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Kahelaan Kecamatan Sungai Pinang, Luthfi menerangkan, tanaman bawang merah tersebut merupakan bantuan dari Provinsi Kalsel.

Petani yang dipercaya untuk menanam yakni, Udi, Hadi Laksono dan Yandi yang tergabung dalam Kelompok Tani Sri Rejeki di bawah naungan Gapoktan Harapan Masa.

Lutfhi juga menerangkan, awalnya mencoba demplot di lahan 1 borong atau 17 x 17 metet dan berhasil baik. Dari bibit yang ditanam, bisa panen hingga delapan kali lipat, keberhasilan ini kemudian dikembangkan di lahan yang lebih luas.

Lahan yang dipilih yakni lahan perbukitan namun berada di pinggiran sungai dengan perhitungan lebih mudah melakukan penyiraman.

“Kami menanam saat musim kemarau, sehingga perlu sumber air yang kontinyu untuk melakukan penyiraman,” jelasnya.

Hanya saja, karena pertimbangan cuaca dan penyakit, tanaman bawang merah ini dipanen lebih cepat. Seandainya, bisa tahan hingga usia optimal, pihaknya yakin hasilnya bisa mencapai 8 ton. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved