Haji 2018

Pulang dari Melontar Jumrah di Mina, Jemaah Haji Indonesia Diturunkan Paksa di Jalan

indakan tidak terpuji dilakukan sopir bus di Saudi Arabia yang menurunkan paksa jemaah haji yang baru pulang dari Mina jauh dari hotel.

Pulang dari Melontar Jumrah di Mina, Jemaah Haji Indonesia Diturunkan Paksa di Jalan
kemenag.go.id/mch
Dirbina Haji Khoirizi menenangkan sejumlah jemaah yang sempat diturunkan paksa di jalan oleh oknum sopir bus. 

BANJARMASINPOST.CO.ID MAKKAH —Tindakan tidak terpuji dilakukan sopir bus di Saudi Arabia yang menurunkan paksa jemaah haji yang baru pulang dari Mina jauh dari hot

Dilansir dari website kemenag.go.id, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengirimkan nota protes kepada pihak naqabah (otoritas non pemerintah yang membawahi bus di Saudi).

“Kami sudah mengirimkan nota protes kepada pihak naqabah terkait kejadian tersebut. Kita menunggu tindakan dan langkah naqabah,” tegas Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Subkhan Cholid, di Kantor Daker Makkah ‘Al Mabrur’, Sabtu (25/08) malam.

Menurut Subkhan, sesuai dengan aturan yang dibuat bahwa pengemudi harus mengantarkan penumpang hingga tujuan. “Tentu ini yang menjadi pegangan bersama dan nanti akan ada sanksi bagi perusahaan bus atas wanprestasi tersebut,” ujarnya.

Baca: Asri Welas Melaksanakan Ibadah Haji, Begini Keseruannya Saat Melempar Jumrah di Jumrotul Aqobah

Baca: Senin (27/8), Jemaah Haji Indonesia Mulai Pemulangan ke Tanah Air, Ini Kloter Pertama Diberangkatkan

“Saya juga sudah meminta foto sopir dan nomor bus yang melakukan itu, tapi belum ada yang kirim. Jadi belum bisa jadi bukti yang kuat,'' katanya. “Foto sopir dan nomor bus dapat dikirim via WhatsApp langsung ke nomor saya yaitu +966 56 405 0834,” tandas Subkhan.

Agar kejadian serupa tidak terulang, pihaknya berjanji tahun depan akan memperketat kontrak kerja dengan naqabah.

“Kedua, kita juga akan memasifkan sosialisasi kepada jemaah bahwa memang pada tanggal 12 dan 13 Dzulhijjah kota Makkah sedang dalam kondisi yang padat,” sambung Subkhan.

“Sejak awal kita sudah sampaikan kondisi lalu lintas di sana begitu padat pada waktu tersebut, dan kita mencari solusi bersama-sama,” imbuhnya.

Baca: Momen Puncak Haji, Gubernur Kalsel Berdoa khusus di Arafah, ini yang Didoakannya

Baca: Update MotoGP Inggris 2018 di Silverstone, Lomba Hanya 16 Putaran, Cek Lintasan Pukul 21.00 WIB

Sebelumnya, jemaah haji yang Jumat (23/08) kemarin selesai melontar jumrah, dipulangkan ke hotel masing-masing di Makkah. Namun, beberapa sopir bus menolak mengantar jemaah sampai ke hotel. Mereka menurunkan jemaah begitu saja di pinggir jalan. Alasannya, akses menuju hotel ditutup.

Nasib tak mengenakkan itu dialami beberapa kloter antara lain LOP-10 dan SOC-94. Hotel mereka berada di sektor 5, Mahbas Jin. Namun, sopir bus malah menurunkan paksa penumpang di sektor 7, Aziziah. Padahal, jarak antara Mahbas Jin dan Aziziah masih sekitar 3 kilometer lagi.

Untungnya ada petugas dari Media Center Haji (MCH) yang melintas dan langsung mengontak kendaraan operasional. Jemaah yang sakit dan pingsan digotong ke dalam mobil dan diantar ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah yag terletak di kawasan Aziziyah Janubiyah. Jemaah lain diminta berteduh dulu di hotel-hotel di sepanjang jalan yang ditempati jemaah haji Indonesia. Sementara, jemaah lansia diajak ke kantor Daker Makkah ‘Al-Mabrur’ untuk beristirahat. 

Di Al-Mabrur, jemaah haji diterima Direktur Bina Haji Kementerian Agama Khoirizi H. Dasir. Dia menenangkan jemaah yang masih terlihat kesal. Khoirizi juga menyuguhkan makanan kepada mereka. (Kemenag.go.id)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help