Derita Petani Karet

Derita Petani Karet, Sekilo Hanya Rp 5 Ribu, Lahan Berkurang dan Berubah Menjadi Tambang

Lima belas tahun Sugeng menjadi sebagai petani karet di Kampung Sumur Tutup RT 3 Kecamatan Mataraman, Kelurahan Pasiraman

Derita Petani Karet, Sekilo Hanya Rp 5 Ribu, Lahan Berkurang dan Berubah Menjadi Tambang
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Lima belas tahun Sugeng menjadi sebagai petani karet di Kampung Sumur Tutup RT 3 Kecamatan Mataraman, Kelurahan Pasiraman, Kabupaten Banjar.

Selama itu pula dia merasakan masa-masa kemakmuran sebagai petani karet.

Namun sejak beberapa tahun terakhir, pendapatannya semakin menyusut.

Ketika musim kemarau menyebabkan panen karet sedikit.

Baca: Viral! Aksi Brutal Pesilat Malaysia Setelah Dikalahkan Atlet Silat Singapura di Asian Games 2018

Bahkan, kini satu kilogram karet hanya dihargai Rp 5.000.

"Normalnya, saya bisa dapat 30 kilo karet untuk lahan satu setengah hektare. Tapi di musim kemarau cuma 15 kiloan,” cerita Sugeng ditemui di pondoknya, Selasa (21/8).

Baca: Dewi Perssik Buka-bukaan Soal Tarifnya pada Hotman Paris Hutapea, Tapi Malah Ditanya Tentang Ini

Dia menyebut petani karet saat ini dalam kondisi memprihatinkan.

Belum lagi sejumlah lahan karet kini telah berubah jadi tambang yang membawa dampak lingkungan pada masyarakat sekitar.

Baca: Dampak Isu Hoax Gempa Lombok NTB 26 Agustus, Kota Mataram Bak Kota Mati, Pantai Sepi

Sugeng mengaku sebagian kebun karetnya seluas 20 meter dijual untuk keperluan sebuah perusahaan tambang.

Tanah miliknya yang dia jual digunakan sebagai jalan hilir mudik mobil tambang.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved