Berita Hulu Sungai Utara

Guru Desa Sangat Tertinggal di HSU Dapat Tunjangan, Ini Desa-desanya

rogram ini dilakukan setap tahun dengan cara mengusulkan desa yang akan mendapatkan program tunjangan daerah.

Guru Desa Sangat Tertinggal di HSU Dapat Tunjangan, Ini Desa-desanya
net
ilustrasi tunjangan guru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Setiap tahun Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melalui Dinas Pendidikan mengusulkan guru mendapatkan tunjangan daerah yang mengajar di desa terkategori desa sangat tertinggal.

Program ini dilakukan setap tahun dengan cara mengusulkan desa yang akan mendapatkan program tunjangan daerah.

Kementerian pendidikan akhirnya memilih dari usulan dengan melihat referensi yang diusulkan sekaligus melihat kondisi desa dari kementerian desa.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Silat Beri Emas Ke-14 Indonesia, Posisi Masih 5

Kepala Dinas Pendidikan HSU Rahmat mengatakan tahun ini beberapa desa diusulkan namun hanya tujuh desa yang disetujui oleh pemerintah pusat. Desa desa tersebut adalah SD dan SMP Desa Kayakah Kecamatan Amuntai Selatan, SDN Desa Pinang Kara Kecamatan Amuntai Tengah, SD dan SMP Desa Kalumpang Dalam Kecamatan Babirik.

SDN Desa Danau Terate Kecamatan Banjang, SD Desa Longkong, SD dan SMP Desa Pararain, dan SD Telaga Mas Kecamatan Danau Panggang. Ketujuh desa inilah yang pengajar baik PNS maupyn non PNS mendapatkan tunjangan daerah untuk desa sangat tertinggal.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Senin (27/8), Indonesia 17 Emas, Silat Berjaya

Tunjangan ini diberikan kepada pengajar yang telah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Besaran disesuai kan dengan gaji pokok yang diberikan pertriwulan dan saat ini telah memasuki pembayaran yang kedua. “Pemberian tunjangan daerah sangat tertinggal diserahkan langsung melalui rekening penerima dan diserahkan setiap tiga bulan sekali,” ungkapnya.

Rahmat menambahkan jumlah desa sangat tertinggal yang termasuk dalam data BPS ada 32 desa, namun untuk penerima tunjangan daerah sangat tertinggal dipilih lagi oleh kementrian pendidikan. Pihaknya berharap setiap tahun semakin banyak desa yang mendapatkan namun penilaian dilakukan langsung oleh kementrian. Bukan hanya melihat akses jalan yang sulit menuju desa tersebut namun juga melihat kondisi kesejahteraan warga.

Baca: Hasil Semifinal Bulutangkis Asian Games 2018 - Fajar/Rian ke Final, Taklukkan Pasangan China

Camat Babirik Hamdani mengatakan Desa Kalumpang Luar memang sangat tertinggal, warganya merupakan petani yang akan berubah profesi menjadi nelayan saat musim penghujan. “Sebagian pengajar berasal dari desa lain dan harus melewati titian yang cukup panjang saat menuju sekolah, sangat cocok menjadi penerima tunjangan daerah,” ungkapnya. (nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help