Derita Petani Karet

Hanya ini yang Diharapkan Petani Karet di Loksado agar Semakin Semangat Merawat Kebun Karet

Imis, satu petani karet Desa Loksado berharap harga karet bisa kembali tinggi.

Hanya ini yang Diharapkan Petani Karet di Loksado agar Semakin Semangat Merawat Kebun Karet
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Imis, satu petani karet Desa Loksado berharap harga karet bisa kembali tinggi.

Sehingga dirinya dan para petani karet lainnya bisa semangat untuk merawat karet di kebun.

"Bagi petani seperti kita, tidak ada pilihan lain selain berkebun dan bertani untuk memenuhi keperluan hidup. Berkebun karet menjadi pilihan agar dapur kita terus bisa mengepul," katanya.

Baca: Syahrini Sebut Jodohnya Sudah Dekat Saat Ditanya Soal Kapan Menikah, Siapa Pria Itu?

Gito, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian HSS mengungkapkan, ada sekitar 17.977 petani karet tersebar di Kecamatan Kandangan, Padang Batung, Loksado, Sungai Raya, Simpur, Angkinang dan Telaga Langsat.
Mereka tetap bertahan berkebun meski harga karet sedang anjlok.

Baca: Viral! Aksi Brutal Pesilat Malaysia Setelah Dikalahkan Atlet Silat Singapura di Asian Games 2018

"Produksi karet tiap satu hektare di HSS sekitar 979 kilogram tiap bulannya. Harga saat ini relatif rendah yakni Rp 7 ribuan," katanya.

Baca: Jawaban Nagita Slavina Saat Rafathar Minta Adik, Raffi Ahmad Malah Bilang Seperti Ini

Produksi secara keseluruhan di HSS pertengahan semester menghasilkan 9.594 ton karet.

"Dengan harga karet yang murah tentu berimbas dengan perawatan kebun karet tidak bisa maksimal karena manyesuaikan dengan penghasilan para petani karet," tambahnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved