Berita Batola

Pansus Jembatan Mandastana DPRD Batola Ingin Jembatan Segera Dibangun

“Saya berharap ambruknya jembatan Mandsatana disikapi secara baik baik Polda Kalsel maupun Pemkab Batola dengan tetap berprinsip melindungi"

Pansus Jembatan Mandastana DPRD Batola Ingin Jembatan Segera Dibangun
Edi Nugroho
Jembatan Mandasatana di Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola yang runtuh selama setahun terakhir belum diperbaiki. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Salah satu panitia khusus Jembatan Mandastana DPRD Kabupaten Batola, Suriani, merasa prihatin karena jembatan Mandastana satu tahun roboh tak juga diperbaiki. Dengan kondisi ini, kepentingan pelayanan masyarakat menjadi terganggu.

“Saya berharap ambruknya jembatan Mandsatana disikapi secara baik baik Polda Kalsel maupun Pemkab Batola dengan tetap berprinsip melindungi kepentingan masyarakat banyak. Kalau jembatannya hancur selama setahun, yang rugi masyarakat,” kata Suriani, Senin (7/8/18).

Menurut Suriani, biarlah kasus hukum berjalan, tapi tolong perhatikan kepentingan warga. Kasihan warga tak punya jembatan lagi. Sebaiknnya Bupati Batola dan Wakil Bupati untuk bersilaturahmi ke Polda Kalsel, untuk menyamakan persepsi soal Jembatan Mandastana ini.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Final Bulutangkis Asian Games 2018, Marcus/Kevin, Fajar/Rian & Jojo

Baik Bupati Batola dan pihak Polda perlu menyeleraskan dan mengekedepankan kepentingan masyarakat, terutama agar jembatan Mandastana bisa dibangun kembali.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Batola ini yakin Polda Kalsel juga melihat lebih luas kepentingan masyarakat, yakni agar jembatan itu bisa dibangun kembali, Memang ada yang berpendapat ketika ambruknya Jembatan Mandastana itu masuk ranah hukum, maka pembangunannya menjadi rumit.

Baca: Beda dengan Saipul Jamil, Dewi Perssik Servis Habis-habis Suami Barunya, Angga Kepedesan

“Kita malah ingin pembangunan Jembatan Mandastana dipercepat,” katanya.

Kasus runtuhnya jembatan Mandasatana di Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola pada 17 Agustus 2017 lalu ini sampai hari ini genap setahun sudah, tepatnya 17 Agustus 2018. Sayangnya, belum ada tanda-tanda perbaikan jembatan yang vital untuk aktivitas masyarakat setempat.

Baca: Nagita Slavina Punya Sikat Gigi Seharga Rp 2 Juta, Wow! Ternyata Bisa Dipakai 10 Tahun

Anang, salah satu warga RT 01, Desa Tapinah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, menyatakan warga saat ini punya harapan yang sangat besar sekali untuk pemkab setempat agar Jembatan Mandastana sesegera mungkin dibangun.

“Ada beberapa desa saat ini menjadi setengah terisolasi dalam menjalankan roda perekonomian karena Jembatan Mandasta runtuh sejak satu tahun terakhir dan belum juga diperbaiki,” kata Anang.

Ditambahkannya, agar anak-anak sekolah bisa lancar dalam aktivitas, diharapkan Jembatan Mandastana segera dibangun. Runtuhnya Jembatan Mandastana ini genap setahun sejak runtuh pada 17 Agustus silam.

“Saat ini empat desa yang terisolasi akibatnya tak diperbaiknya Jembatan Mandastana tersebut, yakni Desa Tanipah, Desa Sungai Ramania, Desa Tatah Alayung, dan Desa Antasan Segera,” tegas Anang.

Ditambahkannya, saat ini aktivitas pasar di sekitar Jembatan Mandastana juga tersendat karena mobil angkutan barang tak bisa masuk ke pasar. Bagaimana mobil box barang mau masuk ke pasar kalau Jembatan Mandasananya runtuh dan tidak juga diperbaiki.

“Kami yang berada di seberang Jembatan Mandastana jika membeli barang menjadi lebih tinggi karena jembatannya runtuh. Ongkos menyeberangkan barang harus pakai kendaraan tosa melewati jembatan kayu yang sangat sempit,” katanya. ((Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help