Berita Kotabaru

Pelaksanaan Program Vaksin MR Capai 30 Persen, Dinkes Kotabaru Ranking Tiga se Kalsel

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Hajjah Ernawati menyebutkan, Kotabaru berada di ranking tiga se-Kalsel

Pelaksanaan Program Vaksin MR Capai 30 Persen, Dinkes Kotabaru Ranking Tiga se Kalsel
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Plt Kadinkes Kotabaru Hj Ernawati 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Hajjah Ernawati menyebutkan, Kotabaru berada di ranking tiga se-Kalsel dalam pelaksanaan program imunisasi campak dan rubella (MR).

Menurut Ernawati, Kotabaru masuk di ranking tiga hingga mendekati akhir Agustus, pelaksanaan imuniasi mencapai 30 persen dari target 9.000 lebih.

"Alhamdulillah untuk se-Kalsel kita (Kotabaru) di urutan ketiga," kata Ernawati kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (27/8/2018).

Baca: Ini Kisah 7 Bersaudari, Pemilik Rambut Sepanjang 11 Meter dan Menjadi Bintang Rambut Pertama

Setelah adanya fatwa dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan penggunaan vaksi MR yang sempat berpolemik di masyarakat.

Dijelaskan Ernawati, kegiatan vaksin dan rubella sekarang masih berjalan, baru bisa mencapai 30 persen dari nilai target.

Karena masih ada beberapa sekolah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) yang menunda untuk kegiatan vaksin MR.

Baca: Raffi Ahmad Akan Belikan Nagita Slavina Mobil Listrik Seharga Rp 3 Miliar? Lihat Kecanggihannya

Dalam hal itu, melalui bidang terkait di dinkes, pihaknya terus mengkomunikasikan dengan kemenag.

"Tapi belum ada hasilnya. Karena aku masih di luar kota. Mudahan kemenag mengeluarkan surat ke sekolah-sekolag di bawah kemenag. Dan, mudahan hari ini ada kejelasan," tambah Ernawati.

Kendati demikian, upaya pencapaian target, tim terus turun ke lapangan melakukan sosialisasi dengan menghadirkan dokter spesialis anak, sebagai penanggung jawab kejadian pascaimunisasi.

Baca: Video Aksi Aipda Achyar Pungut Sampah Saat Ustadz Abdul Somad Ceramah Viral dan Panen Pujian

Ernawati bersyukur dari pencapaian target 30 persen, pihaknya belum menerima laporan terkait efek samping pascapemberian imunisasi.

"Sampai saat ini belum ada laporan, istilah yang mengkhawatirkan. Dan, kami terus memantau," pungkas Ernawati.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help