Berita Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Bangun JPO dengan Uang Pengusaha, Ternyata Begini Alasannya

Rencananya, akan ada lima JPO yang dibangun di Banjarmasin, tiga berada di Jalan A Yani yakni depan UIN Antasari, depan RSUD Ulin Banjarmasi

Pemko Banjarmasin Bangun JPO dengan Uang Pengusaha, Ternyata Begini Alasannya
Banjarmasinpost.co.id/Apunk
Kemacetan di Jalan A Yani Km 2 depan RSUD Ulin Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASINKota Banjarmasin hingga sekarang tak memiliki jembatan penyeberangan orang (JPO). Pemerintah Kota Banjarmasin, bakal menawarkan pembangunan JPO kepada pihak ketiga.

Rencananya, akan ada lima JPO yang dibangun di Banjarmasin, tiga berada di Jalan A Yani yakni depan UIN Antasari, depan RSUD Ulin Banjarmasin, dan Depan Kantor Disnaker Provinsi, satu di Jalan Brigjen Hasan Basri, dan satu berada di depan Masjid Noor Jalan Pangeran Samudera.

Bentuknya, Pemerintah Kota Banjarmasin akan menawarkan kepada investor yang ingin membangun baliho. Artinya, JPO di Banjarmasin tak murni sebagai jembatan penyeberangan saja. Tapi juga profit oriented bagi pengusaha baliho.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Final Bulutangkis Asian Games 2018, Marcus/Kevin, Fajar/Rian & Jojo

Sekretaris Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Joko Pitoyo, menjelaskan semuanya masih sebatas rencana. Menurutnya, penawaran ini sebagai bentuk partisipasi bagi pengusaha bagi Banjarmasin.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Senin (27/8), Indonesia 17 Emas, Silat Berjaya

“Nilai investasi itu dari baliho. Kalau tidak ada untungnya bagaimana mereka mau membangun,” katanya.

Satu baliho nilai pembangunannya diperkirakan mencapai Rp 3 miliar dengan panjang 31,2 meter lebar 2,2 meter dan tinggi 6,3 meter. “Ini perhitungan dari kami. Tidak tahu kalau dari pengusaha,” katanya.

Baca: Beda dengan Saipul Jamil, Dewi Perssik Servis Habis-habis Suami Barunya, Angga Kepedesan

Ketua Pelaksana Pembangunan JPO di Banjarmasin, Doyo Pudjadi, mengatakan jika pembangunan tersebut dari pihak ketiga dengan alasan efesiensi anggaran, percepatan pembangunan, kontribusi masyarakat, dan aset jalan yang dibangun adalah jalan Negara.

“Jika buka jalan milik Pemerintah Kota Banjarmasin yang memungkinkan adalah penyerahan langsung kepada pengusaha tanpa lelang,” jelasnya.

Awalnya, ada beberapa alternatif yang ditawarkan untuk membangun JPO, yakni melalui APBD Kota Banjarmasin, sayembara seperti Kota Pontianak, investasi, atau penyerahan langsung kepada pihak ketiga tanpa lelang.

“Melalui APBD tidak mungkin karena lokasi jalannya. Yang paling memungkinkan adalah penyerahan langsung,” jelasnya.

Lalu bagaimana konsepnya? Doyo menjelaskan, pengusaha reklame akan membuat penawaran grand desain dan melakukan presentasi kepada pemerintah kota. Yang dipilih adalah desain yang paling bagus dan aman.

Selain itu, bentuk kerja sama dengan pengusaha juga belum dirumuskan. Agar tidak seperti JPO yang berada di Jalan Pangeran Antasari tepat di depan Mitra Plaza, pemko bakal membuat surat perjanjian.

“Nanti akan dibuat perjanjian, selama berapa tahun bangunan tersebut akan dihibahkan kepada pemko,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved