Ekonomi dan Bisnis

Begini Cara Hasnur Group Efisiensikan Bisnis di Usia ke 52 Tahun

Efisiensikan proses bisnis sektor batu baranya, Hasnur Group melalui PT Hasnur Jaya International terapkan proses bisnis hulu

Begini Cara Hasnur Group Efisiensikan Bisnis di Usia ke 52 Tahun
istimewa
(kiri ke kanan) Deputy presdir hasnur group, Suroyo Gino, Deputy prescomm hasnur group, Djamari Chaniago, Presdir hasnur group, Jayanti sari, Komisaris hasnur group, Indro Hananto dan Advisor dan anggota pembina yayasan hasnur centre, Prof. Kustan basri saat gelar tasyakuran HUT Hasnur Group ke 52 Tahun 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Efisiensikan proses bisnis sektor batu baranya, Hasnur Group melalui PT Hasnur Jaya International terapkan proses bisnis hulu ke hilir dalam operasionalnya.

Tak hanya tambang batubara, Hasnur Jaya International juga memiliki Infrastruktur dan pendukung usaha yang lengkap mulai dari kontraktor produksi, jalan dan terminal pemuatan batu bara dengan kapasitas 25 juta metrik ton pertahun.

Fasilitas penunjang proses produksi ini juga telah kantongi Sertifikat International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.

Baca: Naik Rp 1000 Per Gram, Pagi Ini Harga Emas Antam Dibanderol Rp 650.000 Per Gram

Dengan pendukung produksi lengkap, tak heran bisnis ini menjadi sektor bisnis utama Hasnur Group yang berkontribusi hingga 80 persen keseluruhan yang dimiliki Hasnur Group.

Dijelaskan Juru Bicara Manajemen Hasnur Group sekaligus Anggota Direksi di salah satu perusahaan Hansur Group, Syamsul Bachri Djadi, selain sektor batu bara, Hasnur Group juga jalankan bisnis di empat sektor lainnya.

"Saat ini Hasnur Group memiliki lima lini bisnis yaitu sektor Kehutanan, Pertambangan dan Infrastruktur, Perkebunan, Media dan Jasa. Namun sektor pertambangan memang masih menjadi tulang punggung," kata Syamsul.

Baca: Agnez Mo Digandeng Pria Saat Keluar Ruangan, Pegang Pinggang Lalu Merangkul Agnez, Siapa?

Di sektor Kehutanan, lewat PT Barito Putera dan PT Hasnur Jaya Utama, Hasnur Group mengelola bidang kehutanan dari izin yang dimiliki untuk Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Alam seluas 80.725 Ha, dan juga telah mengikuti SVLK (Standard Verifikasi Legalitas Kayu), sehingga memiliki Sertifikat Legalitas Kayu.

Adapun di sektor Perkebunan, salah satunya dikelola PT Hasnur Citra Terpadu yang sejak Februari 2013 sudah meresmikan pabrik Crude Palm Oil atau CPO pertama di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

"Pabrik ini berkapasitas 45 ton tandan buah segar per jam, dan dapat ditingkatkan menjadi 90 ton per jam" ujar Syamsul.

Baca: BTN akan Kucurkan Kredit Rp 1 Triliun ke Angkasa Pura II untuk Pengembangan Bandara

Saat ini lahan yang dikelola mencapai 18.798 Ha tanaman dan pada tahun 2016 telah menerima Sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan menjadi perkebunan kelapa sawit pertama bersertifikat ISPO di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help