Berita Banjarbaru

Begini Cara Kerja Flight Engineer Menembakkan Air ke Sasaran

Maka itu para awak diberikan headset untuk sebagai pelindung telinga agar tidak terlalu bising.

Begini Cara Kerja Flight Engineer Menembakkan Air ke Sasaran
istimewa
Selama tiga jam operasi pengeboman air, bukan duduk, tapi posisi Flight Engineer, Fedyurko Andriy, harus membaringkan badannya tiarap di depan pintu heli yang terbuka. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - JIKA heli MI8 EY-222 beroperasi, maka suara kebisingan akan terjadi.

Maka itu para awak diberikan headset untuk sebagai pelindung telinga agar tidak terlalu bising.

Namun ada membedakan dari pengoperasionalan pesawat pengeboman air.
Yakni peranan Flight Engineer.

Di dalam awak kabin heli, Flight Engineer juga merangkap sebagai komunikator kepada pilot heli untuk terbang tinggi dan rendah.

Baca: Gara-gara Sandiaga Uno, Jokowi Diminta Mundur dari Jabatannya sebagai Presiden, Jelang Pilpres 2019

Selama tiga jam operasi pengeboman air, bukan duduk, tapi posisi Flight Engineer, Fedyurko Andriy, harus membaringkan badannya tiarap di depan pintu heli yang terbuka.

Sementara pelindung safty belt melingkar di badannya dan carbiner menyangkut di pengaman pegangan heli.

Tujuannya tiarap tidak lain untuk memonitor basket air yang dibawa aman dari jangkauan pohon dan sejenisnya.

Kepada penumpang, Fedyurko Andriy hanya menggunakan bahasa tubuh dengan jari dan tangannya.

Baca: Pakai Mantel Super Panjang, Lucinta Luna Jatuh dari tangga Saat Syuting

Sementara untuk komunikasi dengan pilot ia disediakan mikrofon kecil yang tersambung ke pilot.

Tujuannya yakni untuk mengatur basket tersebut agar tepat sasaran tembak di lokasi kebakaran.

"Fire" air pun ditembakkan ke sasaran api di bawah.

Usai laksanakan misi, Fedyurko Andriy, menyebutkan sudah biasa dengan terbang ketinggian 500 meter dari atas permukaan tanah.

Baca: Olla Ramlan Bongkar Rahasia Pribadinya, Terpaksa Gunakan Alat Ini demi Bantu Kekurangan

Dan Flight Engineer juga memang diperlukan untuk pengaturan itu, semisal mikrofon untuk komunikasi dengan pilot.

"Ya biasanya kalau di angkot itu kernetnya lah. Kapan harus diturunkan kapan harus dinaikkan dan kapan harus air ditembakkan.

Diketahui sebagai pilot, adalah Vasko Oleksander, Second In Command (SIC) adalah Skarlet Dymytro, dan Flight Engginer (FE) Fedyurko Andriy.

Ketiganya merupakan warga negara Ukraina yang ditugaskan untuk keperluan heli di BNPB.

(banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda ).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help