Berita Batola

Ditolak Sejumlah Sekolah, Dinkes Batola Tetap Lanjutkan Program Vaksinasi MR, Ini Alasannya

Meski ditolak di sejumlah sekolah, namun Dinas Kesehatan Batola tetap melanjutkan program vaksin measles dan rubella (MR)

Ditolak Sejumlah Sekolah, Dinkes Batola Tetap Lanjutkan Program Vaksinasi MR, Ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola, Sugian Noor 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sejumlah SD di Kecamatan Alalak Batola telah menolak program vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) yang dijalankan para petugas dinas kesehatan kesehatan kabupaten setempat.

Namun, penolakan itu tak menyurutkan langkah dinas kesehatan untuk melanjutkan program vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) meski ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Vaksin MR haram karena mengandung babi.

Baca: Kasus Jembatan Mandastana Sudah Ada Tersangkanya, Pansus DPRD tak Akan Campuri Proses Hukum

“Iya, kita gak memaksa. Kita baru saja mendapatkan penolakan dari sejumlah SD di Kecamatan Alalak. Tapi masalah. Kita tetap melayani vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) bagi sekolah, guru dan siswa yang mau saja. Program vaksin MR masih berjalan koq,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Batola, M Hatta, Selasa (28/8/18).

Diakuinya, ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Vaksin MR haram karena mengandung babi sangat berpengaruh terhadap program vaksin MR.

Namun mau bagaimana lagi, namanya program harus dijalankan.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Voli Pantai Sumbang Dua Medali Indonesia ke 4

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola, Sugian Noor, menyatakansebanyak 17 kecamatan yang masih menolak vaksin imunisasi MR yakni di antaranyaKecamatan Alalak Anjir Muara, Anjir Pasar, Bakumpai, Barambai, Belawang, Cerbon,Jejangkit, Kuripan, Mandastana,Marabahan, Mekarsari Rantau Badauh Tabukan, Tabunganen, Tamban dan Wanaraya.

“Tim dari dinas kesehatan sudah kerja ke semua sekolah di 17 kecamatan, namun siswa dan gurnya masih menolak. Hasil capaian kerja vaksin imunisasi MR sangat rendah,” kata Sugian.

(banjarmasinpost.co.id/Edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help